Penyakit kulit adalah salah satu keluhan kesehatan yang paling umum dialami petugas pengangkut sampah, terutama karena paparan langsung terhadap sampah dan lingkungan kerja yang berisiko. Praktik personal hygiene dan kepatuhan terhadap penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) diduga berkaitan dengan timbulnya keluhan penyakit kulit tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan perilaku personal hygiene dan penggunaan APD dengan keluhan penyakit kulit pada petugas pengangkut sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Batu Bola Kota Padangsidimpuan. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini melibatkan populasi sebanyak 98 petugas pengangkut sampah di TPA Batu Bola, Kota Padangsidimpuan dengan sampel sebanyak 80 responden ditentukan dengan rumus Lemeshow dan dipilih melalui teknik sampling insidental. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, lalu dianalisis dengan uji Chi-Square dan perhitungan Prevalence Ratio (PR) pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil menunjukkan adanya hubungan signifikan antara personal hygiene dan keluhan penyakit kulit (p=0,039; PR=1,239; 95% CI: 1,030–1,490), serta hubungan antara penggunaan APD dan keluhan penyakit kulit (p=0,000; PR=3,007; 95% CI: 1,327–6,816). Disimpulkan bahwa personal hygiene dan penggunaan APD berhubungan dengan keluhan penyakit kulit pada petugas pengangkut sampah di TPA Batu Bola Kota Padangsidimpuan. Disarankan kepada Dinas Lingkungan Hidup agar meningkatkan pengawasan penggunaan APD serta memberikan edukasi mengenai pentingnya penerapan personal hygiene secara rutin untuk mengurangi risiko keluhan penyakit kulit pada petugas pengangkut sampah.
Copyrights © 2026