Delfriana Ayu Astuty
Universitas Islam negeri Sumatera Utara

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Tingkat Pendidikan Dengan Pengetahuan Ibu Hamil Tentang Anemia di Desa Gongsol Tahun 2026 Delfriana Ayu Astuty; Aqila Najwa; Azzahra Sabrina Nasution; Salsabilla Aishya Khaiyath; Sandra Dwi Aldini; Firza Audina Sirait; Chalisa Naila Ridana; Yogi Rishandi Siagian
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9025

Abstract

Anemia pada ibu hamil adalah masalah kesehatanmasyarakat yang meningkatkan risiko komplikasi bagi ibu dan janin. Karena tingkat pendidikan berpengaruh pada kemampuanuntuk menerima dan memahami informasi kesehatan, tingkatpendidikan adalah salah satu komponen yang didugamemengaruhi pengetahuan ibu hamil tentang anemia. Tujuan daripenelitian ini adalah untuk menyelidiki hubungan antara tingkatpendidikan dan pengetahuan ibu hamil tentang anemia di Desa Gongsol pada tahun 2026. Studi ini menggunakan desainkuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional terhadap 32 ibu hamil yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, dan uji Chi-Square digunakanuntuk menganalisisnya.  Hasil penelitian menunjukkan bahwasebagian besar responden memiliki tingkat pendidikan SD (34,4%) dan pengetahuan yang baik tentang anemia (65,6%). Analisis statistik menunjukkan hubungan yang signifikan antaratingkat pendidikan dan pengetahuan ibu hamil tentang anemia (p = 0,009). Ibu hamil dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggicenderung memiliki pengetahuan yang lebih baik tentang penyakittersebut. Oleh karena itu, untuk meningkatkan pengetahuan dan mencegah anemia selama kehamilan, edukasi kesehatan yang lebih baik harus terus diberikan kepada ibu hamil yang kurang pendidikan.
Hubungan Pengetahuan, Sikap, Dukungan Keluarga dan Dukungan Teman Sebaya dengan Kepatuhan Konsumsi Tablet Tambah Darah pada Siswi SMPN 2 Berastagi Ade Risma; Wasiyem; Delfriana Ayu Astuty; Yulia Khairina Ashar; Aprilinda M Harahap
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2571

Abstract

Kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) pada remaja putri merupakan salah satu faktor penting dalam keberhasilan program pencegahan anemia. Namun, tingkat kepatuhan konsumsi TTD pada remaja putri masih tergolong rendah sehingga dapat mengurangi efektivitas program suplementasi zat besi yang telah dilaksanakan termasuk di SMPN 2 Berastagi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan, sikap, dukungan keluarga, dan dukungan teman sebaya dengan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah pada siswi SMP Negeri 2 Berastagi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dengan sampel sebanyak 167 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang (58,7%), sikap kurang (56,9%), dukungan keluarga kurang (61,7%), dukungan teman sebaya kurang (68,3%), dan tidak patuh mengonsumsi TTD (64,7%). Terdapat hubungan antara pengetahuan (p=0,001; PR=1,446), sikap (p=0,004; PR=2,165), dan dukungan keluarga (p=0,000; PR=1,864) dengan kepatuhan konsumsi TTD. Sementara itu, tidak terdapat hubungan antara dukungan teman sebaya dengan kepatuhan konsumsi TTD (p=0,255; PR=1,155). Disimpulkan bahwa pengetahuan, sikap, dan dukungan keluarga merupakan faktor yang perlu menjadi sasaran utama intervensi untuk meningkatkan kepatuhan konsumsi TTD, sedangkan dukungan teman sebaya pada penelitian ini belum terbukti berhubungan secara signifikan. Edukasi mengenai anemia dan manfaat TTD perlu diperkuat melalui keterlibatan keluarga serta sekolah sebagai pengingat konsumsi TTD pada siswi.
The Relationship of Duration of Employment, Age, and Length of Service with Fatigue Among Construction Workers on the Oncology Building Project at RSUP H. Adam Malik Medan Iffah Adawiyyah; Delfriana Ayu Astuty; Yulia Khairina Ashar; Wahyudi; Irwansyah
Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan
Publisher : LPPM Universitas Mohammad Husni Thamrin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37012/jkmp.v6i2.3765

Abstract

Work-related fatigue is an important occupational safety and health (OSH) issue, particularly in the construction sector, which is characterized by high physical workloads and relatively long working hours. Fatigue can reduce workers’ concentration, alertness, and productivity, thereby potentially increasing the risk of occupational accidents. This study aimed to determine the relationship between working hours, age, and length of service and work-related fatigue among construction workers at the Oncology Building Construction Project of H. Adam Malik General Hospital, Medan, in 2026. This quantitative study employed an observational analytic approach with a cross-sectional design. The study was conducted from January 14 to April 25, 2026, involving 75 respondents as the research sample. In this study, working hours were operationally defined as the accumulated number of overtime working hours per week. The measurement focused on overtime working hours because the normal working hours of all respondents were relatively the same, resulting in insufficient variation for analysis. Data were collected using questionnaires, while the level of fatigue was measured using the Industrial Fatigue Research Committee (IFRC) questionnaire. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Chi-Square test. The results showed that 59 respondents (78.7%) experienced fatigue. The bivariate analysis revealed a significant relationship between working hours and fatigue (p<0.000; PR=2.18). In contrast, age was not significantly associated with fatigue
Hubungan Perilaku Personal Hygiene dan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dengan Keluhan Penyakit Kulit pada Petugas Pengangkut Sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Batu Bola Kota Padangsidimpuan Septiani Rizka Fadilla; Yulia Khairina Ashar; Delfriana Ayu Astuty
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2817

Abstract

Penyakit kulit adalah salah satu keluhan kesehatan yang paling umum dialami petugas pengangkut sampah, terutama karena paparan langsung terhadap sampah dan lingkungan kerja yang berisiko. Praktik personal hygiene dan kepatuhan terhadap penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) diduga berkaitan dengan timbulnya keluhan penyakit kulit tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan perilaku personal hygiene dan penggunaan APD dengan keluhan penyakit kulit pada petugas pengangkut sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Batu Bola Kota Padangsidimpuan. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian ini melibatkan populasi sebanyak 98 petugas pengangkut sampah di TPA Batu Bola, Kota Padangsidimpuan dengan sampel sebanyak 80 responden ditentukan dengan rumus Lemeshow dan dipilih melalui teknik sampling insidental. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, lalu dianalisis dengan uji Chi-Square dan perhitungan Prevalence Ratio (PR) pada tingkat kepercayaan 95%. Hasil menunjukkan adanya hubungan signifikan antara personal hygiene dan keluhan penyakit kulit (p=0,039; PR=1,239; 95% CI: 1,030–1,490), serta hubungan antara penggunaan APD dan keluhan penyakit kulit (p=0,000; PR=3,007; 95% CI: 1,327–6,816). Disimpulkan bahwa personal hygiene dan penggunaan APD berhubungan dengan keluhan penyakit kulit pada petugas pengangkut sampah di TPA Batu Bola Kota Padangsidimpuan. Disarankan kepada Dinas Lingkungan Hidup agar meningkatkan pengawasan penggunaan APD serta memberikan edukasi mengenai pentingnya penerapan personal hygiene secara rutin untuk mengurangi risiko keluhan penyakit kulit pada petugas pengangkut sampah.