Latar Belakang: Pelayanan radioterapi merupakan layanan onkologi yang membutuhkan ketepatan waktu, koordinasi lintas profesi, keselamatan pasien, serta pemanfaatan alat Linear Accelerator (LINAC) secara optimal. Namun, proses pelayanan radioterapi masih menghadapi berbagai pemborosan, seperti waktu tunggu pasien yang panjang, duplikasi proses verifikasi, idle time alat, dan koordinasi antarunit yang belum efektif. Tujuan: Menganalisis efisiensi operasional Instalasi Radioterapi Rumah Sakit Tk. II dr. Soepraoen Malang dengan pendekatan Lean Healthcare untuk mengidentifikasi pemborosan serta merumuskan strategi perbaikan berkelanjutan. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode mixed method dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh melalui pengukuran waktu tunggu, waktu proses pelayanan, tingkat utilisasi Linear Accelerator (LINAC), serta kuesioner kepuasan pasien. Data kualitatif diperoleh melalui observasi alur pelayanan, wawancara mendalam, Focus Group Discussion (FGD), dan dokumentasi. Penelitian ini melibatkan perspektif multidisiplin yang terdiri atas dokter onkologi radiasi, radiografer, fisikawan medis, perawat, tenaga administrasi, serta unsur manajemen pelayanan. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi, kuesioner, pedoman wawancara, checklist Value Stream Mapping (VSM), dan formulir Root Cause Analysis (RCA). Data dianalisis secara deskriptif, kemudian diperdalam menggunakan Value Stream Mapping untuk memetakan aktivitas bernilai tambah dan tidak bernilai tambah, serta Root Cause Analysis untuk mengidentifikasi akar penyebab inefisiensi. Hasil dan Pembahasan: Hasil penelitian menunjukkan bahwa efisiensi operasional Instalasi Radioterapi belum optimal. Pemborosan utama terdapat pada waktu tunggu pasien, verifikasi data berulang, waktu tunggu persiapan pasien dan alat, serta idle time LINAC. Analisis Value Stream Mapping menunjukkan adanya hambatan pada tahapan tunggu pasien, verifikasi, persiapan pasien dan alat, serta pelaksanaan terapi. Sementara itu, Root Cause Analysis mengidentifikasi akar masalah berupa belum optimalnya integrasi jadwal pasien, alat, dan petugas; belum bakunya alur verifikasi; serta belum seragamnya kesiapan praterapi. Rekomendasi perbaikan meliputi penerapan penjadwalan terintegrasi berbasis sistem, penguatan checklist praterapi, penetapan penanggung jawab verifikasi, pemantauan idle time LINAC, serta evaluasi berkelanjutan berbasis kerja sama multidisiplin.
Copyrights © 2026