Penyakit ginjal kronis (CKD) yang menjalani hemodialisis rentan mengalami anemia akibat berbagai mekanisme patofisiologis yang kompleks. Rasio ureum-kreatinin (UCR) berpotensi menggambarkan kondisi katabolik dan status uremik pasien, namun hubungannya dengan indeks eritrosit pada populasi hemodialisis belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan UCR serum dengan jumlah eritrosit (RBC), hemoglobin (HGB), hematokrit (HCT), serta indeks eritrosit (MCV, MCH, dan MCHC) pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis di RSUD Anutapura Palu. Penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang ini melibatkan 170 pasien CKD yang menjalani hemodialisis, dengan sampel diambil menggunakan teknik consecutive sampling. Hubungan antarvariabel dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara UCR dengan RBC (p=0,066; r=0,141), HGB (p=0,082; r=0,134), HCT (p=0,207; r=0,097), MCV (p=0,068; r=-0,140), MCH (p=0,438; r=-0,060), maupun MCHC (p=0,556; r=0,045), dengan seluruh korelasi tergolong sangat lemah. Temuan ini menunjukkan bahwa UCR belum dapat digunakan sebagai penanda tunggal status hematologi eritrosit pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis.
Copyrights © 2026