Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Fun Karate Games Untuk Meningkatkan Motivasi Berlatih Atlet Muda Dojo Akamsi Krisyanto Batong Lumbaa; Andi Sultan Brilin Susandi Eka Wahyudhi; Delvi Kristanti Liloi; Rahma Rahma
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Bina Darma Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bina Darma
Publisher : DRPM-UBD

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33557/ms2pxq55

Abstract

Motivasi berlatih merupakan salah satu faktor penting dalam keberlanjutan pembinaan atlet muda. Latihan yang monoton dan dominan menggunakan metode konvensional dapat menimbulkan kejenuhan sehingga diperlukan inovasi latihan yang sesuai dengan karakteristik anak. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk menerapkan Fun Karate Games sebagai alternatif metode latihan untuk meningkatkan ketertarikan, partisipasi, dan motivasi berlatih atlet muda Dojo AKAMSI. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan identifikasi kebutuhan, perencanaan permainan, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi. Program mengembangkan 12 bentuk permainan yang mengintegrasikan teknik dasar karate dengan unsur permainan, antara lain Karate Color Run, Punch the Target, Kick the Target, Karate Obstacle Course, Karate Ball Challenge, Reaction Color Game, Karate Relay Game, Balloon Karate, Kick & Punch Target Circle, Karate Animal Moves, Karate Balance Challenge, dan Karate Capture the Flag. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan Fun Karate Games memberikan variasi latihan yang menggabungkan aspek keterampilan teknik, kecepatan, kelincahan, koordinasi, keseimbangan, reaksi, ketepatan, kerja sama, dan kompetisi. Permainan juga memberikan pengalaman latihan yang lebih aktif dan menyenangkan bagi atlet muda. Secara pedagogis, pendekatan berbasis permainan relevan digunakan dalam pembinaan atlet muda karena dapat menciptakan pengalaman positif, memberikan tantangan, dan meningkatkan keterlibatan peserta. Kegiatan ini juga meningkatkan kapasitas pelatih dalam mengembangkan variasi latihan yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di Dojo AKAMSI.
Hubungan Rasio Ureum-Kreatinin Serum dengan Indeks Eritrosit pada Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) yang Menjalani Hemodialisis Riskidwiyanti Rajab; Andi Alfia Mutmainnah Tanra; Haerani Harun; Shofiyyah Shofiyyah; Najwa Anindya; Junjun Fitriani; Rahma Rahma; Asrawati Sofyan
Jurnal Ners Vol. 10 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i4.63545

Abstract

Penyakit ginjal kronis (CKD) yang menjalani hemodialisis rentan mengalami anemia akibat berbagai mekanisme patofisiologis yang kompleks. Rasio ureum-kreatinin (UCR) berpotensi menggambarkan kondisi katabolik dan status uremik pasien, namun hubungannya dengan indeks eritrosit pada populasi hemodialisis belum banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan UCR serum dengan jumlah eritrosit (RBC), hemoglobin (HGB), hematokrit (HCT), serta indeks eritrosit (MCV, MCH, dan MCHC) pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis di RSUD Anutapura Palu. Penelitian observasional analitik dengan desain potong lintang ini melibatkan 170 pasien CKD yang menjalani hemodialisis, dengan sampel diambil menggunakan teknik consecutive sampling. Hubungan antarvariabel dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara UCR dengan RBC (p=0,066; r=0,141), HGB (p=0,082; r=0,134), HCT (p=0,207; r=0,097), MCV (p=0,068; r=-0,140), MCH (p=0,438; r=-0,060), maupun MCHC (p=0,556; r=0,045), dengan seluruh korelasi tergolong sangat lemah. Temuan ini menunjukkan bahwa UCR belum dapat digunakan sebagai penanda tunggal status hematologi eritrosit pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis.