ABSTRAK Apoteker atau pelayanan kefarmasian merupakan suatu pelayanan langsung yang bertanggung jawab kepada pasien berkaitan dengan sedian farmasi untuk mencapai hasil yang pasti demi meningkatkan mutu kehidupan pasien. Pelayanan kefarmasian meliputi pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM), sarana prasarana, sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan serta administrasi dalam pelayanan kefarmasian klinik yang meliputi penerimaan resep, peracikan obat, penyerahan obat, informasi obat dan pencatatan/penyimpanan resep dengan memanfaatkan tenaga, dana, prasarana, sarana dan metode tatalaksana yang sesuai dalam upaya mencapai tujuan yang ditetapkan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana aktivitas peran apoteker dalam upaya meningkatkan citra pelayanan kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah Rokan Hulu. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif kualitatif. Partisipan atau Informan pada penelitian ini adalah Apoteker, Asisten apoteker, pasien, bagian pelayanan atau manajemen.(pengamatan), deep interview (wawancara mendalam), serta dokumentasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa apoteker di rumah sakit umum daerah rokan hulu di nilai belum efektif dalam menjalankan perannya sebagai apoteker. Apoteker Rumah Sakit Umum Daerah Rokan Hulu masih belum optimal dalam melakukan kolaborasi interprofesi yang terkait dengan pemenuhan kebutuhan pelayanan pasien, belum aktif dalam menjalankan perannya sebagai advokasi dan memfasilitasi pasien. Apoteker juga belum berperan aktif dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan serta belum mampu meningkatkan citra yang positif pada pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah Rokan Hulu. Faktor- faktor yang mempengaruhi peran apoteker tersebut diantaranya faktor internal apoteker itu sendiri, yang mana apoteker tersebut masih merangkap tugas lain, untuk mengoptimalakn peran apoteker adalah kompetensi apoteker itu sendiri dan sebaiknya tidak merangkap tugas lainnya. Sedangkan faktor eksternal dari pihak manajemen adalah mengenai, pemberian reward kepada petugas apoteker serta sistem koordinasi dan evaluasi yang baik serta berkala dalam pelaksanaannya. Hendaknya apoteker juga lebih berperan aktif dalam menjalankan perannya sebagai apoteker agar pelaksanaan apoteker dapat berjalan dengan optimal sehingga mampu membantu Rumah sakit yang tidak hanya dalam pencapaian akreditasi akan tetapi juga mampu meningkatkan mutu pelayanan pasien dan meningkatkankan citra positif bagi Rumah Sakit secara berkesinambungan.
Copyrights © 2026