Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH REBUSAN KUNYIT ASAM TERHADAP PENURUNAN DISMENOREA PADA SISWI DI SMAS MUHAMMADIYAH RAMBAH Siti Nurkhasanah; Yurizka Putri
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.14229

Abstract

ABSTRAK Dismenorea merupakan nyeri yang terjadi selama menstruasi dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari serta aktivitas belajar remaja putri. Salah satu pendekatan nonfarmakologis yang digunakan untuk membantu mengurangi keluhan tersebut adalah rebusan kunyit asam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas rebusan kunyit asam terhadap penurunan dismenorea pada siswi di SMAS Muhammadiyah Rambah. Penelitian menggunakan desain pra-eksperimen dengan one group pretest-posttest. Populasi penelitian berjumlah 35 siswi kelas IX dan X, sedangkan sampel sebanyak 16 siswi yang memenuhi kriteria inklusi dan dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi skala nyeri 0–10. Rebusan kunyit asam diberikan mulai hari pertama menstruasi selama tiga hari berturut-turut. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat menggunakan uji t-dependent. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata skor dismenorea sebelum pemberian rebusan kunyit asam sebesar 3,94 ± 1,289 dengan rentang 2–6, sedangkan setelah intervensi sebesar 0,19 ± 0,403 dengan rentang 0–1. Beda rata-rata sebesar 3,750 dengan standar deviasi 1,238 dan hasil uji statistik menunjukkan p<0,001. Dengan demikian, terdapat efektivitas rebusan kunyit asam terhadap penurunan dismenorea pada siswi SMAS Muhammadiyah Rambah.
PERAN APOTEKER DALAM UPAYA MENINGKATKAN CITRA PELAYANAN INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH KABUPATEN ROKAN HULU Yurizka Putri; Yuyun Bewelli Fahmi; Masdi Janiarli; Septi Naidia; Husnadia
Maternity and Neonatal : Jurnal Kebidanan Vol. 14 No. 2 (2026): Maternity and Neonatal : Jurnal Ilmu Kebidanan
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Apoteker atau pelayanan kefarmasian merupakan suatu pelayanan langsung yang bertanggung jawab kepada pasien berkaitan dengan sedian farmasi untuk mencapai hasil yang pasti demi meningkatkan mutu kehidupan pasien. Pelayanan kefarmasian meliputi pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM), sarana prasarana, sediaan farmasi dan perbekalan kesehatan serta administrasi dalam pelayanan kefarmasian klinik yang meliputi penerimaan resep, peracikan obat, penyerahan obat, informasi obat dan pencatatan/penyimpanan resep dengan memanfaatkan tenaga, dana, prasarana, sarana dan metode tatalaksana yang sesuai dalam upaya mencapai tujuan yang ditetapkan Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji bagaimana aktivitas peran apoteker dalam upaya meningkatkan citra pelayanan kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah Rokan Hulu. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif kualitatif. Partisipan atau Informan pada penelitian ini adalah Apoteker, Asisten apoteker, pasien, bagian pelayanan atau manajemen.(pengamatan), deep interview (wawancara mendalam), serta dokumentasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah bahwa apoteker di rumah sakit umum daerah rokan hulu di nilai belum efektif dalam menjalankan perannya sebagai apoteker. Apoteker Rumah Sakit Umum Daerah Rokan Hulu masih belum optimal dalam melakukan kolaborasi interprofesi yang terkait dengan pemenuhan kebutuhan pelayanan pasien, belum aktif dalam menjalankan perannya sebagai advokasi dan memfasilitasi pasien. Apoteker juga belum berperan aktif dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan serta belum mampu meningkatkan citra yang positif pada pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah Rokan Hulu. Faktor- faktor yang mempengaruhi peran apoteker tersebut diantaranya faktor internal apoteker itu sendiri, yang mana apoteker tersebut masih merangkap tugas lain, untuk mengoptimalakn peran apoteker adalah kompetensi apoteker itu sendiri dan sebaiknya tidak merangkap tugas lainnya. Sedangkan faktor eksternal dari pihak manajemen adalah mengenai, pemberian reward kepada petugas apoteker serta sistem koordinasi dan evaluasi yang baik serta berkala dalam pelaksanaannya. Hendaknya apoteker juga lebih berperan aktif dalam menjalankan perannya sebagai apoteker agar pelaksanaan apoteker dapat berjalan dengan optimal sehingga mampu membantu Rumah sakit yang tidak hanya dalam pencapaian akreditasi akan tetapi juga mampu meningkatkan mutu pelayanan pasien dan meningkatkankan citra positif bagi Rumah Sakit secara berkesinambungan.