Pendidikan Islam secara fundamental menempatkan pembentukan akhlak sebagai tujuan utama risalahnya, namun perkembangan era digital menghadirkan tantangan moralitas kompleks bagi generasi muda. Penelitian ini bertujuan menganalisis rekonstruksi dan relevansi hadis tarbawi mengenai penyempurnaan akhlak dan nilai ihsan dalam mengatasi krisis moral generasi digital. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kepustakaan (library research). Data primer dan sekunder dikumpulkan melalui studi dokumentasi terhadap teks hadis serta literatur ilmiah terkait, lalu dianalisis menggunakan metode analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis moral generasi digital ditandai oleh fenomena normalisasi penyimpangan di ruang virtual dan kesenjangan kognitif-perilaku (knowing good vs doing good). Sebagai solusi tarbawi, penelitian ini menawarkan rekonstruksi orientasi akhlak melalui penguatan literasi digital Islami yang diintegrasikan dengan kesadaran internal berbasis muraqabah (kesadaran pengawasan Ilahi) melalui sinergi sekolah, keluarga, dan masyarakat. Penelitian ini memiliki keterbatasan karena bersifat teoretis-konseptual tanpa pengujian empiris. Oleh karena itu, disarankan bagi penelitian selanjutnya untuk menguji dan mengembangkan model kurikulum pendidikan akhlak digital berbasis muraqabah ini langsung di lapangan.
Copyrights © 2026