Pada abad 21 kemampuan yang harus dikusai oleh siswa salah satunya yaitu kemampuan berpikir kritis. Namun kenyataannya kemampuan berpikir kritis siswa masih tergolong rendah, dimana siswa kesulitan dalam menganalisis, memberikan pendapat,dan menarik kesimpulan yang disebabkan oleh penerapan model pembelajaran konvesional oleh guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas model pembelajaran RADEC dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi gaya kelas IV. Penelitian ini menggunakan metode Quasi Eksperimen dengan desain Nonequivalent Control Group. Sampel penelitian melibatkan siswa kelas IVA (31 Orang) sebagai kelas eksperimen dan IVB (30 Orang) sebagai kelas kontrol SDN Jatisura 1 di Kecamatan Jatiwangi, Kabupaten Majalengka dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian ini menunjukan perbedaan signifikan kemampuan berpikir kritis sebelum dan sesudah perlakuan pada kedua kelas dibuktikan dengan nilai sig. 2-tailed sebesar 0,000 ≤ 0,05. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan model pembelajaran RADEC terlaksana dengan sangat baik. Berdasarkan hasil Uji N-Gain dari hasil pretest dan posttest menunjukan adanya perbedaan peningkatan, pada model RADEC sebesar 58 % kategori cukup efektif sedangkan nilai presentase model konvensional 31% kategori tidak efektif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran RADEC terbukti lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dibandingkan dengan model pembelajaran konvesional pada mata pelajaran IPA materi gaya.
Copyrights © 2026