Kajian mengenai makna emotif dalam karya sastra masih didominasi pada tataran leksikal sehingga hubungan antara makna emotif dan konteks situasi dalam membangun narasi tokoh utama belum banyak dikaji secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna emotif dalam narasi tokoh utama pada novel Rasa karya Tere Liye berdasarkan kajian semantik. Fokus penelitian ini adalah bentuk-bentuk makna afektif (emotif) serta hubungannya dengan konteks situasi dalam narasi tokoh utama. Sumber data penelitian adalah novel Rasa karya Tere Liye dengan data berupa kutipan narasi yang mengandung makna emotif. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui membaca, mencatat, mengidentifikasi, dan mengklasifikasikan data. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 490 data makna afektif (emotif) yang terdiri atas 163 data emosi positif dan 327 data emosi negatif. Dominasi emosi negatif menunjukkan bahwa konstruksi narasi tokoh utama dibangun melalui konflik psikologis yang dipengaruhi oleh konteks situasi, sehingga pengalaman emosional tokoh berkembang secara dinamis sepanjang alur cerita. Emosi positif meliputi senang, gembira, cinta, dan syukur, sedangkan emosi negatif meliputi kekesalan, kemarahan, kesedihan, kemaluan, kecemasan, kekecewaan, ketakutan, kecemburuan, dan kebosanan. Makna afektif tersebut dipengaruhi oleh pilihan diksi, gaya bahasa, serta konteks situasi (field, tenor, dan mode) yang membangun ekspresi emosional tokoh utama. Penelitian ini menawarkan kebaruan berupa analisis terpadu antara makna emotif dan konteks situasi dalam narasi sastra, serta memberikan implikasi bagi pengembangan kajian semantik dan analisis wacana sastra.
Copyrights © 2026