Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praktik kewarganegaraan ekologi masyarakat Kampung Malaus, mengidentifikasi modal sosial yang mendukung pengelolaan lingkungan, serta menganalisis potensinya sebagai fondasi penguatan ketahanan masyarakat pada tingkat lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi dan dilaksanakan pada tahun 2025 di Kampung Malaus, Distrik Salawati, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik kewarganegaraan ekologi masyarakat petani di Kampung Malaus, modal sosial yang mendukung pengelolaan lingkungan dan tindakan kolektif, serta potensinya sebagai fondasi penguatan ketahanan masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Informan terdiri atas 15 kepala keluarga yang seluruhnya berprofesi sebagai petani dan dipilih secara purposif berdasarkan keterlibatan dalam aktivitas pertanian serta interaksi dengan lingkungan dan sumber daya alam. Data diperoleh melalui observasi dan wawancara, kemudian dianalisis melalui pengelompokan, perbandingan, dan interpretasi tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik kewarganegaraan ekologi tercermin melalui pemanfaatan limbah organik, pemeliharaan lingkungan, pengelolaan lahan pertanian, dan perhatian terhadap sumber mata air. Gotong royong dan hubungan kekeluargaan menjadi modal sosial bagi kerja sama. Namun, praktik ekologis dan modal sosial tersebut belum sepenuhnya terorganisasi menjadi tindakan kolektif yang berkelanjutan, ditandai kegiatan lingkungan yang belum rutin serta aktivitas kelompok tani yang belum optimal. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan kewarganegaraan ekologi memerlukan kapasitas kelembagaan yang mampu mengorganisasikan kepedulian ekologis dan modal sosial menjadi tindakan kolektif berkelanjutan sebagai salah satu fondasi penguatan ketahanan masyarakat.
Copyrights © 2026