Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik sosial ekonomi penumpang, mengidentifikasi faktor-faktor yang menentukan keputusan perjalanan, serta menentukan probabilitas pemilihan moda transportasi antara Kereta Api Eksekutif Argo Wilis dan Kereta Api Eksekutif Sancaka pada rute Surabaya–Yogyakarta. Pengumpulan data primer dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden di Stasiun Surabaya Gubeng menggunakan teknik Accidental Sampling . Pendekatan eksperimen Stated Preference digunakan untuk mengukur respon preferensi penumpang, sementara pemodelan matematis dianalisis menggunakan Regresi Logit Binomial. Hasil analisis menunjukkan penumpang Kereta Api Eksekutif Argo Wilis didominasi oleh perempuan (56%), berpendidikan S1 (66%), dan berpendapat di atas Rp5.000.000 (65%) dengan tujuan utama liburan (49%). Sebaliknya, pengguna Kereta Api Eksekutif Sancaka didominasi oleh laki-laki (52%), berpendidikan S1 (50%), dan berpendapat Rp3.000.000–Rp5.000.000 (37%) yang mengutamakan keterjangkauan harga (51%). Hasil regresi menghasilkan persamaan utilitas selisih (U UKAAW – U KAS ) = 3,168 - 0,135(X 1 ). Nilai F hitung sebesar 303,648 (> F tabel = 3,94) dengan signifikansi 0,000 < 0,05 membuktikan bahwa atribut selisih tarif (X 1 ) dan selisih waktu tempuh (X 2 ) berpengaruh signifikan secara simultan. Nilai R 2 sebesar 0,672 mengindikasikan bahwa variasi atribut dalam model mampu menjelaskan 67,2% keputusan penumpang. Titik keseimbangan tercapai saat selisih tarif mencapai Rp13.000.
Copyrights © 2026