This study aims to analyze the impacts of agricultural commodity switching from tobacco to red chili pepper on the economic dynamics and social structure of rural society in Munggangsari Village. This transition emerged as a response by farmers to structural inequalities embedded in the tobacco trading system, characterized by price monopolization by middlemen and graders, an oligopsonistic market structure, and farmers’ dependence on external capital. These conditions positioned farmers in a structurally subordinate role in price determination and profit distribution. This research employs a qualitative descriptive approach using participant observation, in-depth interviews, focus group discussions, literature review, and documentation. The study was conducted in Munggangsari Village, Ngadirejo Sub-district, Temanggung Regency, Central Java, from January to April 2025, involving 12 informants. The findings show that the shift to red chili pepper cultivation has led to significant changes in production patterns and labor arrangements while reducing farmers’ dependence on tobacco middlemen. This transition has also reshaped patron–client relations, increased household financial autonomy, and altered the roles and positions of agricultural laborers. Socially, commodity switching has produced a more fluid configuration of power relations and expanded farmers’ capacity to negotiate livelihood strategies. Abstrak Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak alih komoditas pertanian dari tembakau ke cabai rawit merah terhadap dinamika ekonomi dan struktur sosial masyarakat Desa Munggangsari. Alih komoditas ini muncul sebagai respons petani terhadap ketimpangan struktural dalam tata niaga tembakau yang ditandai oleh dominasi juragan dan grader, sistem pasar oligopsoni, serta ketergantungan petani pada permodalan eksternal. Kondisi tersebut menempatkan petani pada posisi lemah dalam penentuan harga dan distribusi keuntungan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik observasi partisipatoris, wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah, studi literatur, dan dokumentasi. Penelitian dilaksanakan di Desa Munggangsari, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, pada Januari–April 2025 dengan melibatkan 12 informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peralihan ke komoditas cabai rawit merah mendorong perubahan signifikan dalam pola produksi dan sistem kerja, serta mengurangi ketergantungan petani terhadap juragan tembakau. Pergeseran ini juga mengubah relasi patron-klien, meningkatkan kemandirian pengelolaan keuangan rumah tangga petani, dan memengaruhi posisi serta peran buruh tani. Secara sosial, alih komoditas membentuk konfigurasi relasi kekuasaan yang lebih cair dan membuka ruang negosiasi yang lebih besar bagi petani dalam menentukan strategi penghidupan mereka.
Copyrights © 2025