Masalah gizi pada balita merupakan persoalan multidimensional yang dipengaruhi oleh kecukupanasupan, pengetahuan pengasuh, praktik pemberian makan, pemantauan pertumbuhan, riwayat infeksi, dankondisi lingkungan. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di Posyandu Anyelir 11, KelurahanPurwosari, Kecamatan Laweyan, Surakarta, melalui integrasi edukasi gizi, pemantauan pertumbuhan,edukasi kesehatan lingkungan, serta demonstrasi pembuatan makanan pendamping air susu ibu (MPASI)dan pemberian makanan tambahan (PMT) tinggi kalori dan protein. Kegiatan pengabdian masyarakatmenggunakan pendekatan partisipatif melalui Participatory Learning Method (PLM) dan ParticipatoryAction Research (PAR), dengan metode penyuluhan, diskusi, simulasi, pengukuran antropometri, pengisianKartu Menuju Sehat (KMS), dan demonstrasi pengolahan pangan. Kegiatan terdokumentasi pada 27 Juli2024 untuk penyuluhan stunting dan gizi buruk serta demonstrasi MPASI/PMT, dan 29 Juli 2024 untukedukasi KMS dan pengukuran antropometri. Peserta menunjukkan keterlibatan melalui diskusi,pertanyaan, simulasi pengisian KMS, praktik pengukuran antropometri, serta mengikuti demonstrasi danmencicipi hasil olahan. Evaluasi lapangan menunjukkan bahwa target kehadiran belum tercapai secaraoptimal; pada penyuluhan dan demonstrasi, sebagian peserta tidak hadir karena kepentingan lain,sedangkan pada pelatihan antropometri masih terdapat peserta yang memerlukan pendampingan.Keterbatasan tempat juga menyebabkan peserta kurang leluasa saat demonstrasi. Kegiatan pengabdianMasyarakat ini menunjukkan bahwa pendekatan terpadu yang menghubungkan pengetahuan gizi,pemantauan pertumbuhan, praktik pengolahan pangan, dan kesehatan lingkungan layak dikembangkansebagai model pemberdayaan berbasis Posyandu. Namun, karena evaluasi belum menggunakan desainpretest–posttest dan tidak menyajikan perubahan antropometri sebelum dan sesudah intervensi, temuantidak dapat ditafsirkan sebagai bukti kausal efektivitas program terhadap pengetahuan atau status gizi.
Copyrights © 2024