Kesenian Lais merupakan seni pertunjukan tradisional dari Jawa Barat yang menjadi bagian penting dari warisan budaya masyarakat Desa Sukasenang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji eksistensi kesenian Lais, peran masyarakat dalam pelestariannya, serta dampak perubahan sosial terhadap keberlangsungannya di Desa Sukasenang, Kecamatan Tanjungjaya, Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan seniman Lais, tokoh masyarakat, perangkat desa, dan masyarakat setempat. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesenian Lais masih eksis meskipun frekuensi pertunjukannya menurun. Masyarakat berperan sebagai pelaku, penyebar, dan pendukung budaya. Perubahan sosial, seperti kemajuan teknologi, perubahan preferensi hiburan, dan menurunnya minat generasi muda, memengaruhi keberlanjutannya. Upaya adaptasi dilakukan melalui pelatihan di sekolah, pemanfaatan media sosial, dan partisipasi dalam kegiatan budaya. Sinergi antara seniman, masyarakat, pemerintah, dan generasi muda menjadi kunci pelestarian kesenian Lais di tengah modernisasi.
Copyrights © 2026