Kabupaten Gorontalo di Provinsi Gorontalo, Indonesia, mempunyai kekayaan warisan budaya berupa kerajinan tradisional seperti tenun karawo dan kopiah karanji yang dikenal secara nasional dan internasional. Potensi industri kerajinan ini cukup menjanjikan, namun masih menghadapi kendala berupa keterbatasan permintaan, akses pasar yang tersebar, dan keterbatasan fasilitas produksi. Penelitian ini bertujuan untuk merancang kawasan industri kerajinan sebagai aset wisata budaya yang mengedepankan konsep Arsitektur Neo-Vernakular untuk menjadi pusat edukasi dan promosi kerajinan Gorontalo kepada masyarakat dan wisatawan. Dengan menggunakan metode kualitatif, penelitian ini melibatkan observasi lapangan dan wawancara terbuka untuk memahami persepsi masyarakat dan mengidentifikasi kebutuhan desain. Hasil penelitian menunjukkan pentingnya pola sirkulasi linier dalam meminimalisir gangguan antar aktivitas di kawasan dan penyediaan fasilitas penunjang aktivitas pengrajin dan kenyamanan pengunjung. Dengan menerapkan desain yang tepat, diharapkan kawasan ini dapat meningkatkan daya saing dan keberlanjutan industri kerajinan Gorontalo sekaligus memperkuat identitas budaya lokal dan memberikan dampak ekonomi yang positif.
Copyrights © 2024