Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor determinan kemunculan aliran teologi Islam serta mengkaji transformasi paradigmatik dari teologi klasik menuju pendekatan teologi tujuan (teleological theology) dan teologi proses (process theology) dalam diskursus kontemporer. Metode kajian yang digunakan adalah kualitatif melalui studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis terhadap literatur teologi Islam klasik dan modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemunculan faksi teologi awal seperti Khawarij, Murji’ah, Mu’tazilah, Asy’ariyah, dan Maturidiyah merupakan produk dialektika kompleks antara variabel politik (konflik suksesi), teologis (interpretasi iman dan amal), filosofis (penyerapan nalar Yunani), serta sosiokultural (interaksi lintas peradaban). Lebih lanjut, kajian ini menemukan bahwa teologi tujuan merekonstruksi pemikiran Islam menjadi lebih humanistik-aksiologis yang berbasis pada maqāṣid al-syarī‘ah. Sementara itu, teologi proses menawarkan paradigma yang dinamis dan adaptif melalui integrasi antara otoritas wahyu dan realitas sosial yang terus berkembang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa rekonstruksi teologi Islam masa depan harus bersifat integratif dan kontekstual guna merespons tantangan modernitas secara solutif tanpa menegasi prinsip fundamental akidah Islam.
Copyrights © 2026