Anemia pada kehamilan berisiko menyebabkan kelahiran prematur dan gangguan pertumbuhan janin. Data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2018 menunjukkan prevalensi anemia global sebesar 41%, sedangkan di Indonesia mencapai 37,1%. Laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi tahun 2022 mencatat 631 kasus anemia berat (Hb < 8 g/dL) dan 7.389 kasus dengan Hb 9–10 g/dL pada ibu hamil. Hal ini menunjukkan bahwa anemia pada kehamilan masih menjadi masalah kesehatan yang memerlukan upaya penanganan efektif. Terong belanda mengandung vitamin C yang membantu meningkatkan penyerapan zat besi sehingga berpotensi menaikkan kadar hemoglobin (Hb). Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian jus terong belanda terhadap anemia pada ibu hamil trimester II. Penelitian menggunakan desain quasi eksperimen Pretest-Posttest Control Group di TPMB Sumiati, Cipayung, Bekasi, dengan total sampling 30 ibu hamil trimester II (Hb < 11 g/dL). Analisis menggunakan uji Paired Sample T-Test. Hasil menunjukkan peningkatan kadar Hb yang signifikan setelah intervensi (p-value 0,000 < 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemberian jus terong belanda efektif dalam meningkatkan kadar hemoglobin pada ibu hamil trimester II dan berpotensi menjadi alternatif intervensi pencegahan anemia.
Copyrights © 2026