Obat expired merupakan sediaan farmasi yang telah melewati tanggal kedaluwarsa sehingga tidak dapat digunakan dalam pelayanan kesehatan. Keberadaan obat expired dapat memengaruhi mutu pelayanan kefarmasian dan menimbulkan kerugian ekonomi. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi obat expired serta kesesuaian pengelolaannya di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X Bekasi periode Maret–September 2025. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan retrospektif. Data diperoleh dari Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS), berita acara pemusnahan obat expired, dan lembar observasi berdasarkan regulasi yang berlaku, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 256 obat expired dari 517 stok obat, dengan sediaan tablet sebagai kategori terbanyak (212 obat). Nilai kerugian akibat obat expired sebesar Rp13.548.816. Sebanyak 12 dari 13 indikator pengelolaan telah sesuai dengan regulasi, sedangkan satu indikator belum sesuai terkait metode penghancuran antibiotik. Disimpulkan bahwa pengelolaan obat expired di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X Bekasi telah memenuhi sebagian besar ketentuan yang berlaku, namun evaluasi berkala tetap diperlukan untuk mengoptimalkan pengelolaannya.
Copyrights © 2026