Tidur merupakan kebutuhan fisiologis yang berperan penting dalam menjaga kesehatan fisik, fungsi kognitif, regulasi emosi, dan produktivitas. Gangguan tidur pada anak muda dapat berkaitan dengan tekanan akademik, pekerjaan, aktivitas sosial, penggunaan perangkat digital, serta kebiasaan tidur larut malam. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan musik 432 Hz sebagai alternatif intervensi nonfarmakologis dalam mendukung kualitas tidur anak muda yang mengalami gangguan tidur di Kelurahan Paslaten 1. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Partisipan berjumlah 21 anak muda berusia 15–24 tahun yang mengalami permasalahan tidur. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan jurnal tidur selama satu bulan. Penerapan dilakukan dengan mendengarkan musik 432 Hz selama 15–30 menit sebelum tidur secara rutin setiap malam. Analisis dilakukan melalui pengorganisasian data, pengkodean, pengelompokan tema, interpretasi pola pengalaman, dan triangulasi sumber serta teknik. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan positif secara bertahap dalam pengalaman tidur responden. Pada minggu pertama, pola tidur masih tidak teratur dengan durasi sekitar 5–6 jam dan kualitas tidur buruk hingga sedang. Pada minggu kedua mulai terlihat proses adaptasi, sedangkan minggu ketiga dan keempat menunjukkan pola tidur yang lebih stabil, durasi sekitar 7–8 jam, waktu tidur lebih teratur, serta kondisi setelah bangun yang lebih positif. Responden juga melaporkan meningkatnya ketenangan, berkurangnya kegelisahan, dan tubuh yang lebih segar. Musik 432 Hz berpotensi menjadi alternatif sederhana untuk mendukung kualitas tidur, meskipun efektivitas spesifik frekuensi ini masih memerlukan pengujian eksperimental lebih lanjut.
Copyrights © 2026