Penelitian ini bertujuan menganalisis fungsi dan dampak permainan drumset dalam pelayanan ibadah di GPDI Pakuure Satu, Minahasa Selatan, dengan fokus pada organisasi ritmis, koordinasi ansambel, dinamika musikal, transisi lagu, keterlibatan jemaat, dan pembentukan suasana ibadah. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif yang dilaksanakan pada Januari–Februari 2026. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, studi pustaka, studi media, dan dokumentasi dengan melibatkan gembala sidang, sekretaris jemaat, pemain musik, singers, worship leader, dan jemaat sebagai informan. Data dianalisis secara induktif melalui analisis tematik dan keabsahan data diperiksa menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa drumset memiliki fungsi pragmatis sebagai pengatur tempo, pengarah dinamika, penanda perpindahan bagian lagu, dan penguat koordinasi antarpemain. Secara estetis, drumset memperkaya tekstur musikal melalui groove, aksentuasi, fill, dinamika, dan variasi style, seperti country atau mars, reggae, funk, disco, swing, blues, ballad worship, dan rock worship. Permainan drumset juga berkontribusi terhadap keterlibatan jemaat melalui respons bernyanyi, tepuk tangan, gerakan tubuh, angkat tangan, dan respons verbal. Perbandingan ibadah dengan dan tanpa drumset menunjukkan bahwa ketiadaan drumset cenderung membatasi variasi ritmis, dinamika, dan fleksibilitas koordinasi musikal, meskipun tidak mengurangi keberlangsungan ibadah. Penelitian menyimpulkan bahwa drumset merupakan bagian dari sistem musikal, sosial, dan ritual yang mendukung keteraturan, ekspresivitas, koordinasi, dan keterlibatan jemaat dalam pengalaman ibadah.
Copyrights © 2026