Widyata Sarayar
Program Studi Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Manado, Tondano 95618, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Role of Individual Practice in Musical Performance at GPDI Galilea, Sendangan Tengah, Kawangkoan District, Minahasa Regency Gratia Tumbelaka; Glenie Latuni; Widyata Sarayar
Journal of Theory and Practice in Arts Vol. 1 No. 2 (2026)
Publisher : CV Wahana Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the contribution of individual practice to the quality of musical performance in worship ministry at GPDI Galilea Kawangkoan. Individual practice is considered important because church musicians are required not only to master technical skills but also to demonstrate musical understanding, coordination, confidence, and spiritual responsibility during worship. This study employed a descriptive qualitative approach conducted at GPDI Galilea, Sendangan Tengah, Kawangkoan District, Minahasa Regency, North Sulawesi, from October 2025 to April 2026. Participants consisted of musicians involved in keyboard, electric guitar, bass, and drum ministries. Data were collected through direct observation, semi-structured interviews, and documentation, and were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing or verification. The findings indicate that individual practice contributes significantly to musicians’ technical readiness by improving chord mastery, rhythmic stability, song structure recognition, and instrument-specific skills. Individual preparation also strengthens team cohesion by allowing group rehearsals to focus on synchronization, dynamics, interpretation, and musical expression rather than basic technical difficulties. Furthermore, consistent practice enhances musicians’ musical understanding, self-confidence, and performance stability during worship. Beyond technical and psychological benefits, individual practice has a spiritual dimension, as musicians perceive preparation as an expression of responsibility, discipline, and commitment to ministry. Despite barriers such as limited instruments, time constraints, and differences in motivation, musicians employ adaptive strategies to maintain practice. The study concludes that individual practice is a multidimensional foundation for effective church music ministry.
Fungsi dan Dampak Permainan Drumset dalam Peribadatan di GPDI Pakuure Satu, Minahasa Selatan Keren Kenny Kent Keintjem; R. A. Dinar Sri Hartati; Widyata Sarayar
Journal of Theory and Practice in Arts Vol. 1 No. 2 (2026)
Publisher : CV Wahana Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis fungsi dan dampak permainan drumset dalam pelayanan ibadah di GPDI Pakuure Satu, Minahasa Selatan, dengan fokus pada organisasi ritmis, koordinasi ansambel, dinamika musikal, transisi lagu, keterlibatan jemaat, dan pembentukan suasana ibadah. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif yang dilaksanakan pada Januari–Februari 2026. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, studi pustaka, studi media, dan dokumentasi dengan melibatkan gembala sidang, sekretaris jemaat, pemain musik, singers, worship leader, dan jemaat sebagai informan. Data dianalisis secara induktif melalui analisis tematik dan keabsahan data diperiksa menggunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa drumset memiliki fungsi pragmatis sebagai pengatur tempo, pengarah dinamika, penanda perpindahan bagian lagu, dan penguat koordinasi antarpemain. Secara estetis, drumset memperkaya tekstur musikal melalui groove, aksentuasi, fill, dinamika, dan variasi style, seperti country atau mars, reggae, funk, disco, swing, blues, ballad worship, dan rock worship. Permainan drumset juga berkontribusi terhadap keterlibatan jemaat melalui respons bernyanyi, tepuk tangan, gerakan tubuh, angkat tangan, dan respons verbal. Perbandingan ibadah dengan dan tanpa drumset menunjukkan bahwa ketiadaan drumset cenderung membatasi variasi ritmis, dinamika, dan fleksibilitas koordinasi musikal, meskipun tidak mengurangi keberlangsungan ibadah. Penelitian menyimpulkan bahwa drumset merupakan bagian dari sistem musikal, sosial, dan ritual yang mendukung keteraturan, ekspresivitas, koordinasi, dan keterlibatan jemaat dalam pengalaman ibadah.