CONCRETE: Construction and Civil Integration Technolog
Vol. 2 No. 01: April 2024

Analisis Percepatan Pembangunan Ruko 3 Lantai Menggunakan Metode CPM DAN PERT (Studi Kasus: Ruko Perumahan Heavenland Park Sidoarjo): ANALYSIS OF ACCELERATE CONSTRUCTION OF 3-STORY SHOP USING CPM AND PERT METHODS

Saiful Basyri (Universitas Dr. Soetomo)
Maulidya Octaviani (Universitas Dr. Soetomo)
Rizki Astri (Universitas Dr. Soetomo)
Sekar Ayu (Universitas Dr. Soetomo)



Article Info

Publish Date
10 May 2024

Abstract

Dalam perkembangan proyek konstruksi dapat terjadi berbagai hal yang menyebabkan tertundanya durasi proyek, sehingga dapat menghambat pelaksanaan durasi proyek. Keterlambatan pengerjaan proyek dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti cuaca yang tidak menentu, perubahan desain, kesalahan perencanaan, dan masih banyak lagi faktor lainnya. Faktor-faktor ini dapat memberikan dampak yang cukup besar terhadap durasi penyelesaian proyek. Sehingga perlu dilakukan analisa percepatan durasi dalam pelaksanaannya, namun harus tetap memperhatikan efisiensi biaya dan kualitas. Proyek Pekerjaan Pembangunan Ruko 3 Lantai Kawasan Perumahan Heavenland Park Lingkar Timur Sidoarjo mengalami permintaan percepatan waktu penyelesaian. Berdasarkan permintaan tersebut, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis apakah permintaan tersebut dapat direalisasikan atau tidak dengan mengetahui jalur kritis, serta efektivitas waktu dan biaya dengan menggunakan Metode Jalur Kritis (CPM) dan Teknik Evaluasi dan Tinjauan Program (PERT). Diketahui waktu pelaksanaan normal proyek tersebut adalah 52 minggu dengan total biaya Rp. 788.256.732,-. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan metode CPM dapat diketahui bahwa jalur kritis pada proyek tersebut adalah pekerjaan Persiapan (A), Pekerjaan Tanah Pondasi (B), Pekerjaan Konstruksi Beton lantai 1 (C), Pekerjaan Dinding lantai 1 (F), Pekerjaan Konstruksi Beton lantai 2 (D), Pekerjaan Dinding lantai 2 (G), Pekerjaan Konstruksi Beton lantai 3 (E), Pekerjaan Konstruksi Beton lantai 1 (I), Pekerjaan Lantai 2 (J), Pekerjaan Lantai 3 (K) , pekerjaan rangka lantai 3 (Q), pekerjaan finishing lantai 3 (W), dan pekerjaan lainnya (Y). (Setelah itu kita analisa kembali rangkaian pekerjaan pada jalur kritis dengan menggunakan metode PERT sehingga diperoleh masa penyelesaian proyek selama 50 - 54 minggu dan probabilitas 0,03% - 99,97% setelah diketahui nilai probabilitas selesainya pekerjaan tersebut. , crashing dapat dilakukan dengan cara mempercepat durasi pekerjaan pada jalur kritis dengan nilai biaya pekerjaan Cost Slope yang paling rendah yaitu Pekerjaan Finishing lt.3 (W) dengan durasi pekerjaan selama 5 minggu (W) dengan durasi pekerjaan selama 5 minggu. minggu dan nilai pekerjaan sebesar Rp 5.883.117 dengan tetap memperhatikan persentase penyelesaian proyek yang telah dihitung sebelumnya, maka dipilih percepatan 50 minggu dengan probabilitas penyelesaian pekerjaan sebesar 0,03% sehingga terjadi perubahan waktu penyelesaian pekerjaan W dari 5 minggu menjadi 3 minggu dengan nilai pekerjaan sebesar Rp.9.805.195, maka diperoleh durasi efektif proyek adalah 50 minggu dengan nilai probabilitas proyek sebesar 0.03% yaitu sebesar Rp.790.433.442 dikerjakan dari durasi awal 2 minggu namun dengan catatan penambahan biaya pekerjaan sebesar Rp. 2.176.710.

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

concrete

Publisher

Subject

Description

The Journal invites original articles and not simultaneously submitted to another journal or conference. The whole spectrum of civil engineering are welcome, which includes, but is not limited to: -Building Materials and Structures -Coastal and Harbor Engineering -Constructions Technology ...