Maulidya Octaviani
Universitas Dr. Soetomo

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Percepatan Pembangunan Ruko 3 Lantai Menggunakan Metode CPM DAN PERT (Studi Kasus: Ruko Perumahan Heavenland Park Sidoarjo): ANALYSIS OF ACCELERATE CONSTRUCTION OF 3-STORY SHOP USING CPM AND PERT METHODS Saiful Basyri; Maulidya Octaviani; Rizki Astri; Sekar Ayu
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 2 No. 01: April 2024
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v2i01.7987

Abstract

Dalam perkembangan proyek konstruksi dapat terjadi berbagai hal yang menyebabkan tertundanya durasi proyek, sehingga dapat menghambat pelaksanaan durasi proyek. Keterlambatan pengerjaan proyek dapat terjadi karena berbagai faktor, seperti cuaca yang tidak menentu, perubahan desain, kesalahan perencanaan, dan masih banyak lagi faktor lainnya. Faktor-faktor ini dapat memberikan dampak yang cukup besar terhadap durasi penyelesaian proyek. Sehingga perlu dilakukan analisa percepatan durasi dalam pelaksanaannya, namun harus tetap memperhatikan efisiensi biaya dan kualitas. Proyek Pekerjaan Pembangunan Ruko 3 Lantai Kawasan Perumahan Heavenland Park Lingkar Timur Sidoarjo mengalami permintaan percepatan waktu penyelesaian. Berdasarkan permintaan tersebut, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis apakah permintaan tersebut dapat direalisasikan atau tidak dengan mengetahui jalur kritis, serta efektivitas waktu dan biaya dengan menggunakan Metode Jalur Kritis (CPM) dan Teknik Evaluasi dan Tinjauan Program (PERT). Diketahui waktu pelaksanaan normal proyek tersebut adalah 52 minggu dengan total biaya Rp. 788.256.732,-. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan metode CPM dapat diketahui bahwa jalur kritis pada proyek tersebut adalah pekerjaan Persiapan (A), Pekerjaan Tanah Pondasi (B), Pekerjaan Konstruksi Beton lantai 1 (C), Pekerjaan Dinding lantai 1 (F), Pekerjaan Konstruksi Beton lantai 2 (D), Pekerjaan Dinding lantai 2 (G), Pekerjaan Konstruksi Beton lantai 3 (E), Pekerjaan Konstruksi Beton lantai 1 (I), Pekerjaan Lantai 2 (J), Pekerjaan Lantai 3 (K) , pekerjaan rangka lantai 3 (Q), pekerjaan finishing lantai 3 (W), dan pekerjaan lainnya (Y). (Setelah itu kita analisa kembali rangkaian pekerjaan pada jalur kritis dengan menggunakan metode PERT sehingga diperoleh masa penyelesaian proyek selama 50 - 54 minggu dan probabilitas 0,03% - 99,97% setelah diketahui nilai probabilitas selesainya pekerjaan tersebut. , crashing dapat dilakukan dengan cara mempercepat durasi pekerjaan pada jalur kritis dengan nilai biaya pekerjaan Cost Slope yang paling rendah yaitu Pekerjaan Finishing lt.3 (W) dengan durasi pekerjaan selama 5 minggu (W) dengan durasi pekerjaan selama 5 minggu. minggu dan nilai pekerjaan sebesar Rp 5.883.117 dengan tetap memperhatikan persentase penyelesaian proyek yang telah dihitung sebelumnya, maka dipilih percepatan 50 minggu dengan probabilitas penyelesaian pekerjaan sebesar 0,03% sehingga terjadi perubahan waktu penyelesaian pekerjaan W dari 5 minggu menjadi 3 minggu dengan nilai pekerjaan sebesar Rp.9.805.195, maka diperoleh durasi efektif proyek adalah 50 minggu dengan nilai probabilitas proyek sebesar 0.03% yaitu sebesar Rp.790.433.442 dikerjakan dari durasi awal 2 minggu namun dengan catatan penambahan biaya pekerjaan sebesar Rp. 2.176.710.
Analisis Percepatan Proyek Menggunakan Metode Crashing (Studi Kasus Proyek Gedung Kontrol Gardu Induk 150Kv Blimbing Baru 2021): Analysis of Project Acceleration Using the Crashing Method (Case Study of the 150Kv Blimbing Baru 2021 Main Substation Control Building Project) Erfandi Pamungkas Putra; Bambang Sujatmiko; Maulidya Octaviani
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 2 No. 02: October 2024
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v2i02.8227

Abstract

Perkembangan pembangunan infrastruktur dari waktu ke waktu selalu berkembang dan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dalam pelaksanaan suatu proyek kontruksi, setiap pelaksana kegiatan pasti menginginkan proyek tersebut dapat berjalan sesuai rencana dan juga dapat diselesaikan dengan tepat waktu. Percepatan proyek pada Pembangunan Gedung Kontrol Gardu Induk 150 Kv Blimbing menggunakan metode crashing, menggunakan beberapa cara agar proyek tidak terlambat antara lain, menggunakan penambahan tenaga kerja, dan menggunakan penambahan jam kerja (lembur). Dengan biaya awal proyek Rp1.409.139.200 ditempuh dalam waktu 589 hari. Dengan hasil yang diperoleh oleh metode penambahan tenaga kerja yaitu Rp1.445.540.320.395 ditempuh dalam waktu 499 hari, selisih Rp. 36.401.120 dari biaya awal proyek dan lebih cepat 90 hari dari durasi normal. Sedangkan dengan penambahan jam kerja (lembur) 2 jam kerja dapat diperoleh yaitu Rp. 1.495.443.142 ditempuh dalam waktu 508 hari. lebih mahal selisih Rp 49.902.822 dari biaya penambahan tenaga kerja dan selisih waktu 9 hari lebih lama dibandingkan metode penambahan jam kerja, dan selisih Rp. 86.303.942 lebih besar dari biaya normal, dan selisih waktu 81 hari lebih cepat dari durasi normal. Jadi sebagai pertimbangan, saya lebih merekomendasikan metode penambahan tenaga kerja. Karena dari analisa ini penambahan tenaga kerja hanya selisih Rp.36.401.120 dari jam kerja normal. Dan mempercepat durasi 90 hari dari jam kerja normal. Yang lebih ekonomis untuk menyelesaikan proyek ialah penambahan tenaga kerja karena lebih hemat Rp. 49.902,822 dari penambahan jam kerja (lembur).
ANALISIS PENERAPAN K3 DENGAN METODE JOB SAFETY ANALYSIS (PADA PROYEK PENINGKATAN JALAN MASANGAN WETAN SUKODONO KABUPATEN SIDOARJO). : ANALYSIS OF K3 IMPLEMENTATION USING THE JOB SAFETY ANALYSIS METHOD (IN THE MASANGAN WETAN SUKODONO ROAD IMPROVEMENT PROJECT, SIDOARJO REGENCY). Septina Herawati; Maulidya Octaviani; Wisnu Abiarto
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 2 No. 02: October 2024
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v2i02.8914

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa proses penerapan keselamatan dan kesehatan kerja serta tindakan rekomendasi untuk mengantisipasi kecelakaan kerja pada proyek konstruksi Peningkatan Jalan Masangan Wetan - Sukodono di Kabupaten Sidoarjo. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis riset/ penelitian kuantitatif deskriptif. Pengumpulan data melalui wawancara, kuesioner dan observasi. Data yang diperoleh pada penelitian ini dianalisis dengan metode Job Safety Analysis (JSA). Hasil penelitian bahwa: Potensi bahaya pada keseluruhan tahapan pekerjaan meliputi gangguan kesehatan pekerja karena polusi, kebakaran iritasi kulit, terbentur, terkena pecahan material, dan sengatan listrik, Kecelakaan akibat pekerja terkena sengatan aliran listrik atau terkena gas berbahaya. Resiko kecelakaan kerja pada keseluruhan tahapan pekerjaan meliputi tertabrak di jalan, tertimpa alat berat, terkena aspal panas, Tertimpa; Terjatuh; Terkena benda-benda (kecuali benda jatuh); Terjepit benda; Terkena arus listrik; Pengaruh suhu yang tinggi; Berkontak dengan bahan berbahaya. Sehingga perlu tindakan rekomendasi untuk mengantisipasi kecelakaan kerja pada jalan Desa Sukodono - Masangan Wetan di Kabupaten Sidoarjo. Persentase penilaian risiko dari potensi bahaya adalah: 25% beresiko tinggi, 58% berisiko medium dan 17% berisiko rendah. Sedangkan persentase penilaian risiko dari Resiko Kecelakaan Kerja adalah: 21% beresiko tinggi, 19% berisiko medium dan 60% berisiko rendah
ANALISIS RISIKO KECELAKAAN KERJA DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS MENGGUNAKAN APLIKASI EXPERT CHOICE V.11: ANALYSIS OF WORKPLACE ACCIDENT RISK WITH ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS METHOD USING EXPERT CHOICE V.11 APPLICATION Ardiaz Revanza; Maulidya Octaviani; Nurul Jannah
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 2 No. 02: October 2024
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v2i02.9185

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada proyek konstruksi sangatlah penting, tanpa adanya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada proyek konstruksi akan sangat berbahaya dan dapat meningkatkan tingkat kecelakaan pada proyek konstruksi. Kurangnya evaluasi pada sistem keselamatan dan kesehatan kerja pada proyek konstruksi akan berakibat buruk pada suatu perusahan. Pada proyek konstruksi kecelakaan kerja menjadi hal utama yang harus diperhatikan di perusahaan. Analisis risiko semakin penting dikarenakan akibat-akibat kecelakaan kerja yang dapat terjadi di proyek konstruksi semakin tinggi. Metode Analisa yang akan digunakan sebagai mencari kriteria kecelakaan adalah Analaytical Hierarchy Process (AHP), karena AHP mempunyai kelebihan dengan beberapa metode-metode lain, yaitu dengan penetapan bobot masing- masing kriteria yang dilakukan secara obyektif. Analaytical Hierarchy Process (AHP) menggunakan software Expert Choice version 11 terhadap jawaban dari kuesioner yang disebarkan kepada 35 responden dari pekerja proyek. Setelah dilakukan Analisa data, didapatkan tingkat risiko kecelakaan kerja pada proyek konstruksi tinggi. Faktor manusia menjadi faktor utama dalam kecelakaan kerja dengan tingkat skala cedera dan memiliki bobot 0.403 (40.3%), tingkatan skala berat dengan faktor lingkungan mendapatkan bobot 0.261 (26,1%), tingkat skala sedang dengan faktor peralatan mendapatkan bobot 0.175 (17.5%) dan yang terakhir tingkat skala ringan dengan faktor material mendapatkan bobot 0.160 (16%). faktor kriteria manusia menjadi penyebab tingkat kecelakaan kerja tertinggi dengan mendapatkan nilai persentase 40.3% dari 100%, pengendalian diadakan pelatihan dan pendidikan K3 terhadap tenaga kerja.
Analisis Faktor Penyebab Perubahan Kontrak Pada Pekerjaan Pembangunan RS UPT Vertikal Surabaya : Analysis Factors Causing Contract Changes In The Construction Of UPT Vertical Hospital Surabaya RS UPT Vertikal Surabaya Nur Laily Pramindartati; Maulidya Octaviani; Rizki Astri Apriliani
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 3 No. 01: April 2025
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v3i01.9958

Abstract

Perubahan kontrak merupakan hal yang sering terjadi dalam proyek konstruksi, terutama pada proyek berskala besar seperti pembangunan rumah sakit. Perubahan ini dapat disebabkan oleh kendala-kendala baik yang sudah di rencanakan atau diluar perencanaan. Perubahan kontrak dapat berdampak waktu, biaya dan kualitas yang tidak sesuai dengan rencana awal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang menyebabkan perubahan kontrak pada proyek pembangunan Rumah Sakit UPT Vertikal Surabaya serta mengidentifikasi dampak yang ditimbulkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa kuantitatif, data didapatkan dari pengisian kuisioner dengan variable penyebab perubahan kontrak. Data tersebut diolah menggunakan program SPSS. Dari hasil uji SPSS tersebut diketahui faktor-faktor yang dominan penyebab perubahan kontrak. Dari faktor dominan tersebut kita lakukan analisa untuk mendapatkan hasil yang digunakan agar langkah-langkah pencegahan dapat diambil untuk meminimalkan risiko perubahan kontrak yang tidak diinginkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa faktor utama yang menyebabkan perubahan kontrak antara lain Perubahan desain merupakan faktor dominan yang menyebabkan perubahan kontrak, dengan nilai korelasi tertinggi (1.000), selain itu Faktor material (X1) juga memiliki korelasi sangat kuat (0.986), yang mengindikasikan bahwa ketersediaan material dan kesesuaian spesifikasi dengan kontrak awal sangat berperan dalam perubahan nilai pekerjaan.na awal, serta faktor eksternal seperti Faktor lingkungan (X5) memiliki nilai korelasi yang sangat kuat (0.985), menunjukkan bahwa kondisi cuaca ekstrem dan aksesibilitas lokasi proyek berpengaruh terhadap perubahan jadwal proyek. Selain itu, ditemukan bahwa perubahan kontrak berdampak signifikan terhadap biaya proyek dan jadwal penyelesaian, yang berpotensi menyebabkan keterlambatan dan pembengkakan anggaran. Sebagai langkah mitigasi, penelitian ini menyarankan penerapan manajemen kontrak yang lebih ketat, koordinasi yang lebih baik antar pihak terkait, serta penggunaan teknologi dalam pemantauan proyek. Dengan demikian, risiko perubahan kontrak dapat diminimalisir, sehingga proyek dapat berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan..
Penerapan Metode Value Engineering Pada Proyek Pembangunan Gedung Fasilitas Layanan Perpustakaan Kabupaten Flores Timur: Application of the Value Engineering Method in the East Flores Regency Library Service Facility Building Construction Project Yohanes Temu; Maulidya Octaviani; Wisnu Abiarto; Sekar Ayu Kuncaravita
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 3 No. 01: April 2025
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v3i01.9985

Abstract

Pada pembangunan Gedung Fasilitas Layanan Perpustakaan Kabupaten Flores Timur membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Rencana anggaran biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan gedung ini bernilai sebesar Rp 9.700.000.000,00, sehingga dibutuhkan perhitungan yang matang sebelum melakukan eksekusi pekerjaan. Metode yang digunakan dal am penelitian ini adalah metode Value Engineering. Metode Value Engineering adalah suatu cara pendekatan yang kreatif dan terencana dengan tujuan untuk mengidentifikasi dan mengefisienkan biaya yang tidak perlu. Terdapat 5 tahap rencana kerja pada metode ini, yaitu: tahap informasi, tahap kreatif, tahap analisa, tahap pengembangan dan tahap rekomendasi. Hasil dari analisa Value Engineering. Hasil analisa diperoleh penghematan pada 2 item pekerjaan terpilih, yaitu pekerjaan dinding dan plesteran, pekerjaan lantai dan keramik. Pada pekerjaan dinding diperoleh penghematan sebesar Rp. 80.269.866,53 atau 13,2 % dari total biaya item pekerjaan, sedangkan pada pekerjaan lantai diperoleh penghematan biaya sebesar Rp. 353.690.205,22 atau 59,66 % dari total biaya item pekerjaan. Total penghematan biaya yang diperoleh dari analisa Value Engineering ini sebesar Rp. 433.960.071,75 atau 4,96 % dari total biaya proyek pembangunan.