Surabaya sebagai kota metropolitan terbesar kedua setelah Jakarta, menghadapi masalah banjir akibat pertumbuhan pesat dan perubahan fungsi lahan. Pemerintah Kota Surabaya berusaha mencegahnya dengan pembangunan 75 rumah pompa. Salah satunya adalah proyek Rumah Pompa Bulak. Namun, proyek ini mengalami kendala dan keterlambatan karena faktor seperti kualitas sumber daya dan ketersediaan material. Tingkat penyelesaian proyek ini masih mencapai 65% dari yang seharusnya mencapai 80-90%, diperlukan tindakan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Salah satunya adalah dengan evaluasi penjadwalan percepatan dengan menggunakan metode percepatan (crashing). Studi ini bertujuan untuk menganalisis biaya dan waktu pelaksanaan proyek rumah pompa Bulak sebelum dan sesudah dilakukan efisiensi dengan metode crashing. Data yang dibutuhkan dalam dalam penelitian ini adalah data primer berupa hasil wawancara dan observasi, serta data sekunder berupa time schedule dan rancangan anggaran biaya (RAB). Kemudian dilakukan analisis untuk mengetahui waktu dan biaya akibat percepatan/crashing, selanjutnya dapat dicari perbandingan waktu dan biaya sebelum dan sesudah dilakukan efisiensi dengan metode crashing. Setelah di lakukan penjadwalan ulang menggunakan microsoft project terdapat 10 pekerjaan yang bisa di lakukan percepatan, pada penjadwalan tersebut bisa di lakukan dengan 3 pecepatan yaitu penambahan jam kerja (lembur), shift kerja, dan penambahan tenaga kerja. Masing – masing dari 3 cara percepatan tersebut di dapatkan hasil penambahan jam kerja dari 372 hari menjadi 301 hari dengan biaya sebanyak 79.063.110,71, percepatan Shift kerja dari 372 menjadi 198 hari dengan biaya sebanyak 69.550.000,02, percepatan Penambahan tenaga kerja 25% dari 372 menjadi 335 dengan biaya sebanyak 26.412.285,73.
Copyrights © 2024