Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analysis of Resident Satisfaction with Public Facilities and Building Physical Conditions Using the Importance Performance Analysis (IPA) Method (Case Study: Green Semanggi Mangrove Housing Estate): Analisis Kepuasan Penghuni terhadap Fasilitas Umum dan Kondisi Fisik Bangunan Menggunakan Metode Importance Performance Analysis (IPA) (Studi Kasus Perumahan Green Semanggi Mangrove) rizki Apriliani; Wisnu Abiarto; Andreas Septian Danuwarta
PUBLIKASI RISET ORIENTASI TEKNIK SIPIL (PROTEKSI) Vol 8 No 1 (2026): Vol 8 No 1 2026
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/proteksi.v8n1.p60-68

Abstract

The demand for adequate housing in Indonesia continues to increase along with population growth and changes in community lifestyles. However, the provision of housing infrastructure and facilities still faces various challenges that affect housing quality. This study aims to analyze residents’ satisfaction with building physical conditions and public facilities in Green Semanggi Mangrove Housing using the Importance–Performance Analysis (IPA) method. The data were collected through a Likert-scale questionnaire distributed to 106 respondents. The results indicate that the average level of conformity between performance and importance reached 84.05%, suggesting that, in general, the condition of facilities and buildings has fairly met residents’ expectations. Nevertheless, several attributes still require special attention. Based on the Cartesian diagram analysis, in-house sanitation, including the functionality of toilets and sinks as well as the absence of unpleasant odors, falls into the main priority quadrant. This finding indicates a gap between the level of importance and performance for this attribute. Therefore, improvements are necessary through enhancing ventilation systems, repairing plumbing and drainage installations, installing standard water traps, and conducting routine maintenance to improve comfort and ensure the sustainability of housing quality. Keywords: building physical condition, public housing facilities, importance performance analysis (IPA)
Analisis Percepatan Proyek Untuk Meningkatkan Efisiensi Waktu Dan Biaya Dengan Menggunakan Metode Crashing: Project Acceleration Analysis To Improve Time And Cost Efficiency Using Crashing Method Gilang wahyu candrika cendana; Wisnu Abiarto; Rizki Astri Apriliani
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 2 No. 02: October 2024
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v2i02.8735

Abstract

Surabaya sebagai kota metropolitan terbesar kedua setelah Jakarta, menghadapi masalah banjir akibat pertumbuhan pesat dan perubahan fungsi lahan. Pemerintah Kota Surabaya berusaha mencegahnya dengan pembangunan 75 rumah pompa. Salah satunya adalah proyek Rumah Pompa Bulak. Namun, proyek ini mengalami kendala dan keterlambatan karena faktor seperti kualitas sumber daya dan ketersediaan material. Tingkat penyelesaian proyek ini masih mencapai 65% dari yang seharusnya mencapai 80-90%, diperlukan tindakan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Salah satunya adalah dengan evaluasi penjadwalan percepatan dengan menggunakan metode percepatan (crashing). Studi ini bertujuan untuk menganalisis biaya dan waktu pelaksanaan proyek rumah pompa Bulak sebelum dan sesudah dilakukan efisiensi dengan metode crashing. Data yang dibutuhkan dalam dalam penelitian ini adalah data primer berupa hasil wawancara dan observasi, serta data sekunder berupa time schedule dan rancangan anggaran biaya (RAB). Kemudian dilakukan analisis untuk mengetahui waktu dan biaya akibat percepatan/crashing, selanjutnya dapat dicari perbandingan waktu dan biaya sebelum dan sesudah dilakukan efisiensi dengan metode crashing. Setelah di lakukan penjadwalan ulang menggunakan microsoft project terdapat 10 pekerjaan yang bisa di lakukan percepatan, pada penjadwalan tersebut bisa di lakukan dengan 3 pecepatan yaitu penambahan jam kerja (lembur), shift kerja, dan penambahan tenaga kerja. Masing – masing dari 3 cara percepatan tersebut di dapatkan hasil penambahan jam kerja dari 372 hari menjadi 301 hari dengan biaya sebanyak 79.063.110,71, percepatan Shift kerja dari 372 menjadi 198 hari dengan biaya sebanyak 69.550.000,02, percepatan Penambahan tenaga kerja 25% dari 372 menjadi 335 dengan biaya sebanyak 26.412.285,73.
ANALISIS PENERAPAN K3 DENGAN METODE JOB SAFETY ANALYSIS (PADA PROYEK PENINGKATAN JALAN MASANGAN WETAN SUKODONO KABUPATEN SIDOARJO). : ANALYSIS OF K3 IMPLEMENTATION USING THE JOB SAFETY ANALYSIS METHOD (IN THE MASANGAN WETAN SUKODONO ROAD IMPROVEMENT PROJECT, SIDOARJO REGENCY). Septina Herawati; Maulidya Octaviani; Wisnu Abiarto
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 2 No. 02: October 2024
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v2i02.8914

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa proses penerapan keselamatan dan kesehatan kerja serta tindakan rekomendasi untuk mengantisipasi kecelakaan kerja pada proyek konstruksi Peningkatan Jalan Masangan Wetan - Sukodono di Kabupaten Sidoarjo. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis riset/ penelitian kuantitatif deskriptif. Pengumpulan data melalui wawancara, kuesioner dan observasi. Data yang diperoleh pada penelitian ini dianalisis dengan metode Job Safety Analysis (JSA). Hasil penelitian bahwa: Potensi bahaya pada keseluruhan tahapan pekerjaan meliputi gangguan kesehatan pekerja karena polusi, kebakaran iritasi kulit, terbentur, terkena pecahan material, dan sengatan listrik, Kecelakaan akibat pekerja terkena sengatan aliran listrik atau terkena gas berbahaya. Resiko kecelakaan kerja pada keseluruhan tahapan pekerjaan meliputi tertabrak di jalan, tertimpa alat berat, terkena aspal panas, Tertimpa; Terjatuh; Terkena benda-benda (kecuali benda jatuh); Terjepit benda; Terkena arus listrik; Pengaruh suhu yang tinggi; Berkontak dengan bahan berbahaya. Sehingga perlu tindakan rekomendasi untuk mengantisipasi kecelakaan kerja pada jalan Desa Sukodono - Masangan Wetan di Kabupaten Sidoarjo. Persentase penilaian risiko dari potensi bahaya adalah: 25% beresiko tinggi, 58% berisiko medium dan 17% berisiko rendah. Sedangkan persentase penilaian risiko dari Resiko Kecelakaan Kerja adalah: 21% beresiko tinggi, 19% berisiko medium dan 60% berisiko rendah
Penerapan Metode Value Engineering Pada Proyek Pembangunan Gedung Fasilitas Layanan Perpustakaan Kabupaten Flores Timur: Application of the Value Engineering Method in the East Flores Regency Library Service Facility Building Construction Project Yohanes Temu; Maulidya Octaviani; Wisnu Abiarto; Sekar Ayu Kuncaravita
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 3 No. 01: April 2025
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v3i01.9985

Abstract

Pada pembangunan Gedung Fasilitas Layanan Perpustakaan Kabupaten Flores Timur membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Rencana anggaran biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan gedung ini bernilai sebesar Rp 9.700.000.000,00, sehingga dibutuhkan perhitungan yang matang sebelum melakukan eksekusi pekerjaan. Metode yang digunakan dal am penelitian ini adalah metode Value Engineering. Metode Value Engineering adalah suatu cara pendekatan yang kreatif dan terencana dengan tujuan untuk mengidentifikasi dan mengefisienkan biaya yang tidak perlu. Terdapat 5 tahap rencana kerja pada metode ini, yaitu: tahap informasi, tahap kreatif, tahap analisa, tahap pengembangan dan tahap rekomendasi. Hasil dari analisa Value Engineering. Hasil analisa diperoleh penghematan pada 2 item pekerjaan terpilih, yaitu pekerjaan dinding dan plesteran, pekerjaan lantai dan keramik. Pada pekerjaan dinding diperoleh penghematan sebesar Rp. 80.269.866,53 atau 13,2 % dari total biaya item pekerjaan, sedangkan pada pekerjaan lantai diperoleh penghematan biaya sebesar Rp. 353.690.205,22 atau 59,66 % dari total biaya item pekerjaan. Total penghematan biaya yang diperoleh dari analisa Value Engineering ini sebesar Rp. 433.960.071,75 atau 4,96 % dari total biaya proyek pembangunan.
EVALUASI PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU PEKERJAAN PELAT LANTAI KONVENSIONAL DAN BONDEK DENGAN METODE CRITICAL PATH METHOD: COMPARATIVE EVALUATION OF THE COST AND TIME OF CONVENTIONAL FLOOR SLAB AND BONDEK WORK USING THE CRITICAL PATH METHOD Muhammad Anggaro Triatmojo; Rizki Astri Apriliani; Wisnu Abiarto; Maulidya Octaviani
CONCRETE: Construction and Civil Integration Technology Vol. 3 No. 02 (2025): October 2025
Publisher : Dr. Soetomo University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25139/concrete.v3i02.10997

Abstract

Penelitian ini yang berjudul “Evaluasi Perbandingan Biaya Dan Waktu Pekerjaan Pelat Lantai Konvensional Dan Bondek Dengan Metode critical path method” bertujuan untuk mengevaluasi perbandingan biaya dan waktu pekerjaan pelat lantai menggunakan sistem bekisting konvensional dan bondek pada pekerja pelat lantai pembangunan Gedung industri SPK Tower Plant 3A di Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo. Analisis dilakukan menggunakan metode Analisa Harga Satuan Pekerjaan (AHSP) dengan menghitung anggaran biaya, serta menggunakan metode critical path method (CPM) untuk menganalisis durasi jalur kritis maupun lambat pada proyek gedung industri. Data penelitian diperoleh dari perencanaan, volume pekerjaan, analisa harga satuan material (AHSP) dan produktivitas tenaga kerja. Hasil analisis menunjukkan bahwa Perbandingan biaya bekisting pelat lantai konvensional sebesar Rp.7.200.000.000,00 dan durasi/waktu sebesar 65 minggu atau 333 hari, Bondek sebesar Rp.7.400.000.000,00 dan durasi/waktu sebesar 37 minggu atau 248 hari.