Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada proyek konstruksi sangatlah penting, tanpa adanya keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada proyek konstruksi akan sangat berbahaya dan dapat meningkatkan tingkat kecelakaan pada proyek konstruksi. Kurangnya evaluasi pada sistem keselamatan dan kesehatan kerja pada proyek konstruksi akan berakibat buruk pada suatu perusahan. Pada proyek konstruksi kecelakaan kerja menjadi hal utama yang harus diperhatikan di perusahaan. Analisis risiko semakin penting dikarenakan akibat-akibat kecelakaan kerja yang dapat terjadi di proyek konstruksi semakin tinggi. Metode Analisa yang akan digunakan sebagai mencari kriteria kecelakaan adalah Analaytical Hierarchy Process (AHP), karena AHP mempunyai kelebihan dengan beberapa metode-metode lain, yaitu dengan penetapan bobot masing- masing kriteria yang dilakukan secara obyektif. Analaytical Hierarchy Process (AHP) menggunakan software Expert Choice version 11 terhadap jawaban dari kuesioner yang disebarkan kepada 35 responden dari pekerja proyek. Setelah dilakukan Analisa data, didapatkan tingkat risiko kecelakaan kerja pada proyek konstruksi tinggi. Faktor manusia menjadi faktor utama dalam kecelakaan kerja dengan tingkat skala cedera dan memiliki bobot 0.403 (40.3%), tingkatan skala berat dengan faktor lingkungan mendapatkan bobot 0.261 (26,1%), tingkat skala sedang dengan faktor peralatan mendapatkan bobot 0.175 (17.5%) dan yang terakhir tingkat skala ringan dengan faktor material mendapatkan bobot 0.160 (16%). faktor kriteria manusia menjadi penyebab tingkat kecelakaan kerja tertinggi dengan mendapatkan nilai persentase 40.3% dari 100%, pengendalian diadakan pelatihan dan pendidikan K3 terhadap tenaga kerja.
Copyrights © 2024