Mortar merupakan campuran semen, pasir, dan air dengan presentase yang bervariasi. Sebagai bahan pengikat, mortar harus mempunyai konsisten/kekentalan yang standart. Konsisten mortar ini nantinya akan membantu menentukan kekuatan mortar (spesi atau dinding yang plaster), sehingga diharapkan mortar tidak rusak akibat gaya tekan yang ditimbulkan oleh beban kerja. Adapun tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui penggunaan limbah cangkang telur sebagai substitusi semen tehadap berat volume dan kuat tekan mortar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen yang ditinjau terhadap kuat tekan mortar, dengan variasi serbuk cangkang telur 0%, 3%, 6% dan 9% dari berat semen, cetakan yang akan digunakan untuk membuat benda uji berbentuk silinder dengan ukuran 10 cm x 20 cm, dengan jumlah benda uji sebanyak 36 buah, untuk pengujian kuat tekan akan dilakukan pada umur 7, 14, dan 28 hari. Dari hasil penelitian yang dilakukan, pada mortar umur 28 hari kaut tekan mortar mengalami penurunan seiring dengan penambahan serbuk cangkang telur. Pada campuran tanpa serbuk cangkang telur (0%), nilai kuat tekan sebesar 12,95 MPa, Pada Penambahan serbuk cangkang telur dengan variasi 3% mengalami penurunan sebesar 13,13% dengan nilai kuat tekan sebesar 11,25 MPa, Pada Penambahan serbuk cangkang telur dengan variasi 6% mengalami penurunan sebesar 22,99% dengan nilai kuat tekan sebesar 9,97 MPa, Dan pada Penambahan serbuk cangkang telur variasi 9% mengalami penurunan sebesar 32,85% dengan nilai kuat tekan sebesar 8,70 MPa dari mortar normal.
Copyrights © 2025