Irigasi yang efisien sangat penting untuk mendukung produktivitas pertanian di Kabupaten Nganjuk, di mana sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai petani. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja jaringan irigasi Ngudikan Kiri seluas 645 hektar yang belum berfungsi secara optimal, dengan menggunakan teori KP-01 tahun 2013 dan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) menurut teori Saaty. Data dikumpulkan melalui penyelidikan lapangan, dokumentasi, dan wawancara, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil analisis Water Balance menunjukkan defisit air tertinggi pada musim tanam padi mencapai 7,58 m³/detik pada bulan Mei I, sedangkan pada masa tanam palawija defisit maksimum sebesar 1,56 m³/detik terjadi pada November I. Analisis AHP mengungkapkan bahwa kriteria dukungan sosial memiliki bobot tertinggi sebesar 0,23, dengan prioritas utama pada rehabilitasi saluran (0,24), diikuti irigasi berjadwal (0,23) dan pintu air terukur (0,20). Studi ini menegaskan perlunya perbaikan pengelolaan irigasi melalui peningkatan infrastruktur dan pengaturan distribusi air yang lebih efisien agar sistem irigasi berfungsi optimal dan mendukung produktivitas pertanian yang berkelanjutan.
Copyrights © 2025