Penelitian ini adalah penelitian pra-esperimen yang bertujuan untuk mengetahui peran pembelajaran fisika berbasis inkuiri terbimbing terhadap keterampilan proses sains siswa di SMA Negeri 9 Makassar. Keterampilan proses sains merupakan salah satu ketermapilan penting bagi peserta didik khususnya pada pembelajaran saisn. Keterampilan ini menjadi landasan pembelajaran konstruktivis dalam bidang sains dan mampu membuat peserta didik mampau belajar sains secara mandiri. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA 4 yang terdiri dari 30 siswa. Indikator keterampilan proses sains yang diteliti meliputi mengamati, mengajukan pertanyaan, mengajukan hipotesis, menggunakan alat dan bahan, mengkomunikasikan, dan menafsirkan. Pembelajaran berbasis Inkuiri dilaksanakan dengan menggunakan 1) Orientasi; 2) Merumuskan masalah; 3) Merumuskan hipotesis; 4) Mengumpulkan data; 5) Uji hipotesis; dan 6) Menarik kesimpulan. Seluruh sintaks ini berkaitan erat dengan keterampilan proses sains sehingga penarapn Inkuiri akan berdampak positif terhadap keterampilan proses sains. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa indikator mengamati, mengajukan pertanyaan, mengajukan hipotesis, menggunakan alat dan bahan, mengkomunikasikan, dan menafsirkan masing-masing berturut-turut berada pada kategori tinggi dengan persentase 66,3% kategori tinggi dengan persentase 62%, kategori tinggi dengan persentase 72,3%, kategori tinggi dengan persentase 79,5%, kategori sedang dengan persentase 45,7%, dan kategori sedang dengan persentase 55,3%. Maka dapat disimpulkan bahwa secara rata-rata skor keterampilan proses sains siswa setelah diajar dengan menggunakan pembelajaran fisika berbasis inkuiri ialah berada pada kategori tinggi. Kata Kunci : Pembelajaran Berbasis Inkuiri Terbimbing, Keterampilan Proses Sains A research with Pre-experiment design has been conducted to analyze the description of science process skills of SMA Negeri 9 Makassar students after being taught using inquiry-based learning. The inquiry-based learning used in this study is guided inquiry. The subjects of this study were students of class XI MIPA 4 consisting of 30 students. The indicators of science process skills studied include observing, asking questions, proposing hypotheses, using tools and materials, communicating, and interpreting. The results of descriptive analysis showed that the indicators of observing, asking questions, proposing hypotheses, using tools and materials, communicating, and interpreting each successively were in the high category with a percentage of 66.3%, high category with a percentage of 62%, high category with a percentage of 72.3%, high category with a percentage of 79.5%, medium category with a percentage of 45.7%, and medium category with a percentage of 55.3%. So it can be concluded that on average the score of students science process skills after being taught using inquiry-based physics learning is in the high category. Keywords : Guided Inquiry-Based Learning, Science Process Skills.
Copyrights © 2025