Prediksi cuaca dan iklim semakin bergantung pada model jaringan saraf yang mampu merepresentasikan hubungan nonlinier dalam data meteorologi. Kinerja model tersebut dipengaruhi oleh pemilihan fungsi aktivasi yang menentukan proses transformasi nonlinier dan pembelajaran pola dalam jaringan. Penelitian ini menyajikan tinjauan literatur mengenai peran fungsi aktivasi dalam peramalan cuaca dan iklim berbasis jaringan saraf dengan menelaah berbagai arsitektur seperti multilayer perceptron, feed-forward neural network, dan dynamic neural network. Hasil kajian menunjukkan bahwa fungsi aktivasi sigmoid dan hiperbolik tangen dengan keluaran linear sering memberikan kinerja yang baik, meskipun tidak terdapat satu fungsi aktivasi yang optimal untuk semua variabel meteorologi.
Copyrights © 2025