Penggunaan plastik konvensional sebagai kemasan pangan menimbulkan masalah lingkungan sehingga diperlukan alternatif biodegradable, salah satunya edible film berbasis pati singkong. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh gliserol terhadap sifat fisik dan mekanik edible film serta mengevaluasi efektivitasnya sebagai kemasan pangan sederhana. Metode meliputi pembuatan film dengan teknik casting, uji kelarutan dan biodegradasi, aplikasi pengemasan, serta sosialisasi kepada masyarakat melalui pretest–posttest pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Hasil menunjukkan gliserol meningkatkan fleksibilitas namun menurunkan kekuatan tarik dan ketahanan terhadap kelembapan. Edible film efektif mengemas gula, kopi, dan permen serta terdegradasi dalam 5–7 hari. Sosialisasi terbukti meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku ramah lingkungan masyarakat. Temuan ini memperkuat potensi edible film sebagai alternatif kemasan berkelanjutan.
Copyrights © 2025