kesiapsiagaan bencana pada anak. Studi pendahuluan yang dilakukan pada 13–18 Juli 2026 di SDN Kubang, Kelurahan Kemanisan, menunjukkan masih rendahnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pemahaman kesiapsiagaan bencana, serta masih ditemukannya perilaku mengejek antar teman yang berpotensi menjadi bullying. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan perilaku siswa melalui Model SMART School Ambassador berbasis SMART Passport. Kegiatan dilaksanakan pada 20–25 Juli 2026 dengan tahapan pretest, edukasi interaktif, praktik PHBS, simulasi bencana, role play anti bullying, pendampingan penggunaan SMART Passport, dan pembentukan SMART School Ambassador. Evaluasi dilakukan pada 27–31 Juli 2026 menggunakan posttest, observasi guru, dan penilaian SMART Passport. Hasil menunjukkan rata-rata nilai pengetahuan meningkat dari 64,8 menjadi 88,9. Sebanyak 27 siswa (90%) berhasil menyelesaikan seluruh misi SMART Passport, sedangkan 3 siswa (10%) menyelesaikan lebih dari 80% misi. Guru juga melaporkan peningkatan kebiasaan PHBS, kepedulian terhadap teman, dan kesiapsiagaan bencana. Program ini efektif sebagai model pemberdayaan siswa dalam mewujudkan sekolah yang sehat, aman, dan ramah anak serta berpotensi direplikasi.
Copyrights © 2026