Desa Kendayakan memiliki potensi ekonomi lokal yang signifikan melalui unit usaha peternakan telur yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Meskipun tergolong baru berjalan sekitar tiga bulan, unit usaha ini menunjukkan progres yang menjanjikan, berbeda dengan upaya diversifikasi usaha BUMDes sebelumnya seperti ternak lele dan kambing yang belum membuahkan hasil optimal. Kondisi ini mengindikasikan perlunya penataan strategi bisnis yang lebih terstruktur agar potensi tersebut dapat dikelola secara berkelanjutan. Program kerja ini bertujuan untuk menyusun Business Model Canvas (BMC) sederhana sebagai instrumen perencanaan strategis bagi unit usaha peternakan telur BUMDes Desa Kendayakan. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif melalui observasi lapangan, wawancara mendalam, dan diskusi kelompok terarah (FGD) yang melibatkan Sekretaris BUMDes, Kepala Unit BUMDes, serta tim mahasiswa KKM yang beranggotakan empat orang. Proses penyusunan BMC dilakukan dengan memetakan sembilan elemen kunci, meliputi segmen pelanggan, proposisi nilai, saluran distribusi, hubungan pelanggan, sumber pendapatan, sumber daya utama, aktivitas kunci, kemitraan utama, dan struktur biaya. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa unit usaha peternakan telur memiliki keunggulan komparatif dari sisi permintaan pasar lokal yang stabil, namun masih memerlukan penguatan pada aspek pemasaran dan diversifikasi saluran distribusi. Kerangka BMC yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi acuan pengelola BUMDes dalam mengambil keputusan strategis, sekaligus memperkuat kapasitas kelembagaan desa dalam mendorong kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.
Copyrights © 2026