Literasi merupakan kemampuan dasar yang penting dalam mendukung perkembangan pengetahuan, kemampuan berpikir, komunikasi, dan proses belajar anak. Pengembangan literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami, mengolah, dan menyampaikan informasi. Di lingkungan perdesaan, pengembangan budaya literasi memerlukan dukungan berupa lingkungan belajar yang menarik, bahan bacaan yang sesuai, serta kegiatan yang mampu meningkatkan keterlibatan anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan literasi dan minat belajar anak-anak melalui Program Teras Literasi di Desa Sukamaju, Kecamatan Cikeusal. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan lima tahapan, yaitu identifikasi permasalahan, perancangan program, pelaksanaan, evaluasi, dan pengukuran dampak. Program dilaksanakan melalui kegiatan membaca bersama, storytelling, pendampingan belajar, permainan edukatif, dan kegiatan kreatif. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner sederhana dengan skala Likert 1–5 terhadap 25 peserta. Berdasarkan data simulasi, rata-rata indikator literasi meningkat dari 60,0% menjadi 79,7%, sedangkan indikator minat belajar meningkat dari 62,4% menjadi 82,7%. Aspek partisipasi dan kreativitas meningkat dari 57,2% menjadi 80,8%. Secara keseluruhan terjadi peningkatan sebesar 20,3 poin persentase. Hasil tersebut menunjukkan bahwa Program Teras Literasi berpotensi menjadi pendekatan pembelajaran informal yang menarik untuk mendukung pengembangan literasi, minat belajar, partisipasi, dan kreativitas anak.
Copyrights © 2026