Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENYULUHAN PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA GUNA MENANGKAL KENAKALAN REMAJA PADA SISWA SMA TERPADU PELITA BANGSA LONTAR KECAMATAN TIRTAYASA KABUPATEN SERANG PROVINSI BANTEN: - Sanin Sudrajat; Saepudin Saepudin; Rr. Nadhira Harsari; Munawaroh Munawaroh; Mohamad Bayi Tabrani; Muhammad Saleh; Meiby Zulfikar; Ahmad Suganda; Luis Fiska Rahayu; Imamudin Imamudin
Jubaedah : Jurnal Pengabdian dan Edukasi Sekolah (Indonesian Journal of Community Services and School Education) Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian dan Edukasi Sekolah (Jubaedah)
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jub.v4i2.194

Abstract

This service activity discusses strengthening the profile of Pancasila to ward off juvenile delinquency, especially high school students. This service aims to strengthen the character and competence of high school students in implementing the Pancasila Student Profile program in the school environment. The Pancasila Student Profile means that Indonesian students are lifelong learners who have Pancasila competence and character which is manifested in 6 (six) Pancasila student profiles, namely faith and piety, global diversity, mutual cooperation, independence, critical and creative thinking. This service methodology goes through a preliminary survey stage to find out the situation at the service location regarding the implementation of the Pancasila Student outreach program, then observation or implementation of activities involving 20 people consisting of school principals, teachers, students and education staff. This service activity was carried out at Pelita Bangsa Lontar Integrated High School, Tirtayasa District, Serang Regency. The counseling on strengthening the profile of Pancasila students went smoothly according to plan.  This activity received a positive response from the participants and they were very enthusiastic. The material presented is in the form of Pancasila student profiles which are then combined with religious values and local wisdom which has opened the horizons of thinking of the counseling participants. With good implementation and understanding of the Pancasila student profile, the PkM team hopes that students as the nation's next generation can grow and develop into individuals who are faithful, devout, have noble character and diversity. Students are expected to have an independent attitude, the ability to work together and work together, critical thinking skills, and high creativity to bring positive effects to society, the nation and the state and can ward off negative acts such as juvenile delinquency that occur among students
Sosialisasi Edukasi Literasi Digital Bagi Siswa SMAN 1 Bojonegara di Era Disinformasi: Pengabdian Ahmad Suganda; Devi Rosdiana; Vidya Vidya; Mutohharoh Mutohharoh; Ailsya Avriel Azzahra
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5978

Abstract

Literasi digital menjadi penting karena melimpahnya media dan informasi di dunia digital, literasi digital menjadi lebih dari sekedar kebutuhan. Selain tantangan, peluang besar dan berbagai kemudahan informasi juga tersedia di media. Hal ini mencakup memberdayakan individu untuk mengakses informasi, berkomunikasi secara efektif, mendapatkan pekerjaan, berpikir kritis, baik seorang pelajar, profesional, atau sekadar seseorang yang ingin berkembang di era digital. Namun kemudahan dan kemajuan besar ini juga diiringi dengan maraknya penyebaran hoaks dan disinformasi yang dapat menyesatkan dan memecah belah masyarakat digital. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membangun kesadaran masyarakat, terutama di kalangan remaja, mengenai bahaya disinformasi dan pentingnya literasi media digital. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi melalui pendekatan partisipatif dengan media presentasi interaktif, diskusi, dan simulasi pengecekan fakta yang diawali dengan free tes dan post tes kepada kalangan siswa di SMAN 1 Bojonegara.. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman remaja terhadap cara mengenali dan menangkal hoaks serta meningkatnya kemampuan kritis mereka dalam menyaring informasi digital, sehinggan para remaja siswa SMAN 1 Bojonegara akan lebih bijak dalam menggunakan dan memanfaatkan media digital. Literasi media digital menjadi kunci utama dalam membangun generasi muda yang tanggap, kritis, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media digital.
EFEKTIVITAS PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN ABAD 21 SISWA SEKOLAH DASAR: KREATIVITAS DAN BERPIKIR KRITIS Alfaizah; Tito Parta Wibowo; Ahmad Suganda
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 8 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Agustus 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i8.7145

Abstract

Abstract: This study aimed to analyze the effectiveness of the Problem-Based Learning (PBL) model on 21st-century skills of elementary school students, specifically creativity and critical thinking, in the topic of energy and its transformations. A quantitative approach was used with a quasi-experimental method and a Non-Equivalent Control Group Design. The sample consisted of 50 fourth-grade students of SDN Kesatrian, comprising 25 students in the experimental class and 25 students in the control class. Data were collected through a critical thinking test and a creativity questionnaire, then analyzed using validity, reliability, normality, homogeneity, Independent Samples t-test, and N-Gain analysis. The results showed that the PBL model was effective in improving students' critical thinking skills, with a significance value of <0.001 and a very large effect size (Cohen's d = 1.681). However, PBL did not show a significant effect on students' creativity, with a significance value of 0.228 (>0.05). Therefore, the Problem-Based Learning model is effective in developing critical thinking as part of 21st-century skills, but has not yet produced a significant improvement in students' creativity..
OPTIMALISASI MINAT BACA DAN BELAJAR ANAK MELALUI PROGRAM TERAS LITERASI DESA SUKAMAJU Lastarida Sinaga; Ahmad Suganda; Mayayati Sim; Synta Suryani; Lidiana Gontina; Agnes Lansiana; Ainun Jariyah
Prosiding Senapas Vol. 1 No. 1 (2026): Prosiding Senapas
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.68321/drav1r10

Abstract

Literasi merupakan kemampuan dasar yang penting dalam mendukung perkembangan pengetahuan, kemampuan berpikir, komunikasi, dan proses belajar anak. Pengembangan literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kemampuan memahami, mengolah, dan menyampaikan informasi. Di lingkungan perdesaan, pengembangan budaya literasi memerlukan dukungan berupa lingkungan belajar yang menarik, bahan bacaan yang sesuai, serta kegiatan yang mampu meningkatkan keterlibatan anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan literasi dan minat belajar anak-anak melalui Program Teras Literasi di Desa Sukamaju, Kecamatan Cikeusal. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan lima tahapan, yaitu identifikasi permasalahan, perancangan program, pelaksanaan, evaluasi, dan pengukuran dampak. Program dilaksanakan melalui kegiatan membaca bersama, storytelling, pendampingan belajar, permainan edukatif, dan kegiatan kreatif. Evaluasi dilakukan melalui kuesioner sederhana dengan skala Likert 1–5 terhadap 25 peserta. Berdasarkan data simulasi, rata-rata indikator literasi meningkat dari 60,0% menjadi 79,7%, sedangkan indikator minat belajar meningkat dari 62,4% menjadi 82,7%. Aspek partisipasi dan kreativitas meningkat dari 57,2% menjadi 80,8%. Secara keseluruhan terjadi peningkatan sebesar 20,3 poin persentase. Hasil tersebut menunjukkan bahwa Program Teras Literasi berpotensi menjadi pendekatan pembelajaran informal yang menarik untuk mendukung pengembangan literasi, minat belajar, partisipasi, dan kreativitas anak.