Publish Date
30 Nov -0001
Abstract. Oxidative stress caused by free radicals plays an important role in the development of various degenerative diseases, highlighting the need for effective natural antioxidants. Robusta coffee (Coffea canephora) and turmeric rhizome (Curcuma longa L.) are natural materials known to contain bioactive compounds with antioxidant potential. This study aimed to analyze the difference in antioxidant activity between robusta coffee powder and turmeric rhizome powder using the DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl) method measured by spectrophotometry. This research was conducted as an in vitro laboratory study with a descriptive comparative design. Samples were tested at several concentration levels, and each test was performed in triplicate. Antioxidant activity was determined based on the IC₅₀ value obtained from linear regression analysis between sample concentration and percentage of DPPH radical inhibition. The results showed that robusta coffee extract had an IC₅₀ value of 84.802 ppm, classified as a strong antioxidant, while turmeric rhizome extract had an IC₅₀ value of 132.199 ppm, classified as a moderate antioxidant. The lower IC₅₀ value of robusta coffee indicates a higher free radical scavenging capacity compared to turmeric rhizome. In conclusion, there is a difference in antioxidant activity between robusta coffee powder and turmeric rhizome powder, with robusta coffee exhibiting stronger antioxidant activity based on the DPPH method. Abstrak. Radikal bebas berperan dalam terjadinya stres oksidatif yang berkontribusi terhadap berbagai penyakit degeneratif, sehingga pemanfaatan antioksidan alami menjadi penting dalam upaya pencegahan. Kopi robusta (Coffea canephora) dan rimpang kunyit (Curcuma longa L.) merupakan bahan alam yang mengandung senyawa bioaktif dan berpotensi sebagai sumber antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kekuatan aktivitas antioksidan antara bubuk kopi robusta dan bubuk rimpang kunyit menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil) dengan pengukuran spektrofotometri. Penelitian dilakukan secara in vitro dengan desain deskriptif komparatif di laboratorium. Sampel diuji pada beberapa tingkat konsentrasi dan setiap pengujian dilakukan dalam tiga kali replikasi teknis. Aktivitas antioksidan ditentukan berdasarkan nilai IC₅₀ yang diperoleh dari hubungan linier antara konsentrasi sampel dan persentase penghambatan radikal bebas DPPH. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kopi robusta memiliki nilai IC₅₀ sebesar 84,802 ppm yang tergolong dalam kategori antioksidan kuat, sedangkan ekstrak rimpang kunyit memiliki nilai IC₅₀ sebesar 132,199 ppm yang termasuk kategori antioksidan sedang. Perbedaan nilai IC₅₀ tersebut menunjukkan bahwa bubuk kopi robusta memiliki kemampuan yang lebih tinggi dalam mereduksi radikal bebas dibandingkan bubuk rimpang kunyit. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kekuatan aktivitas antioksidan antara kedua bahan uji, dengan aktivitas antioksidan kopi robusta lebih kuat berdasarkan metode DPPH.
Copyrights © 0000