Abstract. Subcutaneous wounds require appropriate management to ensure optimal healing. Argentum sulfadiazine is a commonly used standard topical therapy; however, natural agents such as Robusta coffee have potential as alternatives due to their bioactive compounds with antioxidant, anti-inflammatory, and antibacterial properties. This study aimed to compare the effectiveness of argentum sulfadiazine cream and Robusta coffee cream in subcutaneous wound healing.This study was an experimental animal study involving 30 male Wistar rats divided into three groups: Robusta coffee cream, argentum sulfadiazine cream, and an untreated control group. Subcutaneous incision wounds were created, and observations were conducted on days 3, 7, 10, and 14. The evaluated parameters included wound area, degree of edema, and erythema. Statistical analysis was performed using the Friedman test and appropriate post hoc tests based on data distribution, with p<0.05 considered statistically significant. The results showed that all groups demonstrated a statistically significant reduction in wound area during the observation period. Edema decreased more rapidly in both treatment groups compared with the control group, with significant differences observed at several time points (p<0.05). Erythema was mild and transient in all groups, with no adverse local reactions observed. Robusta coffee cream demonstrated wound-healing effectiveness comparable to argentum sulfadiazine and showed a favorable safety profile. These findings provide scientific evidence supporting the development of Robusta coffee–based topical formulations and serve as a foundation for further translational and clinical research. Abstrak. Luka subkutis memerlukan perawatan yang tepat agar proses penyembuhan berlangsung optimal. Argentum sulfadiazine merupakan terapi topikal standar yang umum digunakan, namun bahan alami seperti kopi Robusta berpotensi menjadi alternatif karena kandungan senyawa bioaktif yang bersifat antioksidan, antiinflamasi, dan antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat perbandingan efektifitas penymbuhan luka menggunakan krim argentum sulfadiazine dan krim kopi robusta. Metode pada penelitian ini merupakan studi eksperimental pada 30 ekor tikus Wistar jantan yang dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok krim kopi Robusta, kelompok krim argentum sulfadiazine, dan kelompok kontrol tanpa terapi. Luka subkutis dibuat secara insisi, kemudian dilakukan observasi pada hari ke-3, ke-7, ke-10, dan ke-14. Parameter yang dinilai meliputi luas luka, derajat edema dan eritema. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji Friedman dan uji lanjutan sesuai distribusi data, dengan nilai p<0,05 dianggap bermakna.untuk hasil penelitian. Seluruh kelompok menunjukkan penurunan luas luka yang bermakna secara statistik selama periode pengamatan Penurunan edema terjadi lebih cepat pada kedua kelompok perlakuan dibandingkan kontrol, dengan perbedaan bermakna pada beberapa waktu pengamatan (p<0,05). Eritema bersifat ringan dan sementara pada seluruh kelompok serta tidak menunjukkan reaksi merugikan. Krim kopi Robusta memiliki efektivitas penyembuhan luka subkutis yang sebanding dengan krim argentum sulfadiazine serta profil keamanan yang baik. Temuan ini memberikan dasar ilmiah bagi pengembangan sediaan topikal berbahan alami berbasis kopi Robusta dan menjadi landasan bagi penelitian lanjutan berskala translasi maupun klinis.