Bandung Conference Series : Medical Science
1093-1100

Hubungan Ketuban Pecah Dini dan Usia Gestasi Dengan Kejadian Asfiksia di RSUD Majalaya Tahun 2023-2024

Syifa Ghita Nadhira (Prodi Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung)
Hidajat Widjajanegara (Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung)
Indri Budiarti (Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung)



Article Info

Publish Date
30 Nov -0001

Abstract

Abstract. Neonatal asphyxia is one of the leading causes of morbidity and mortality in newborns. Premature rupture of membranes (PROM) and non-term gestational age, particularly prematurity, are obstetric risk factors that have been frequently associated with an increased risk of neonatal asphyxia. This study aimed to analyze the relationship between PROM and gestational age with the incidence of neonatal asphyxia at RSUD Majalaya during the 2023–2024 period. This study employed an observational analytic design with a case–control approach. The research sample was obtained from medical record data of delivering mothers and newborns. The independent variables were a history of PROM and gestational age classification (preterm or full-term), while the dependent variable was the incidence of neonatal asphyxia, defined as an APGAR score of less than 7 at the fifth minute. Data analysis was conducted using the Chi-square test and Odds Ratio (OR) calculation. The results showed a significant association between PROM and neonatal asphyxia (OR = 2.152; p < 0.001). In addition, preterm gestational age demonstrated a highly significant association with neonatal asphyxia (OR = 4.278; p < 0.001). In conclusion, premature rupture of membranes and preterm gestational age are strong risk factors for the occurrence of neonatal asphyxia. Abstrak. Asfiksia neonatorum merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas bayi baru lahir. Ketuban Pecah Dini (KPD) dan usia gestasi yang belum aterm, terutama prematuritas, dikenal sebagai faktor risiko obstetri yang berkontribusi terhadap kejadian asfiksia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara KPD dan usia gestasi dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Majalaya periode 2023–2024. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan case control. Sampel diperoleh dari data rekam medis ibu bersalin dan bayi baru lahir. Variabel independen meliputi riwayat KPD dan usia gestasi (prematur dan cukup bulan), sedangkan variabel dependen adalah kejadian asfiksia yang ditentukan berdasarkan skor APGAR < 7 pada menit ke-5. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan perhitungan Odds Ratio (OR). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara KPD dengan kejadian asfiksia neonatorum (OR = 2,152; p < 0,001). Selain itu, usia gestasi prematur juga menunjukkan hubungan yang sangat signifikan dengan kejadian asfiksia (OR = 4,278; p < 0,001). Kesimpulannya, ketuban pecah dini dan usia gestasi prematur merupakan faktor risiko yang kuat terhadap kejadian asfiksia neonatorum.

Copyrights © 0000






Journal Info

Abbrev

BCSMS

Publisher

Subject

Humanities Medicine & Pharmacology Nursing Public Health

Description

Bandung Conference Series: Medical Science (BCSMS) menerbitkan artikel penelitian akademik tentang kajian teoritis dan terapan serta berfokus pada Kedokteran dengan ruang lingkup Age, ASI, BPJS Kesehatan, CGT, Dokter layanan primer, Fungsi diastolic, Gender, Hepatitis A dan B, Interval Anak Balita, ...