Publish Date
30 Nov -0001
Abstract. Nutritional problems in toddlers remain a significant health challenge, where maternal knowledge regarding nutritional intake acts as a crucial indirect factor since mothers are the primary decision-makers in fulfilling a child's nutrition during their critical growth period. This study aims to analyze the relationship between the level of maternal knowledge about nutritional intake and the nutritional status of toddlers at Tamansari Community Health Center (Puskesmas), Bandung. The research design used is quantitative observational analytic with a cross-sectional approach involving 100 maternal respondents who have toddlers, selected using accidental sampling. Data on knowledge levels were collected as primary data through questionnaires, while toddler nutritional status data based on weight-for-height indicators were obtained from secondary medical record data analyzed using WHO Z-scores. The results showed that the majority of mothers had a good level of knowledge (80%) and most toddlers had a normal nutritional status (80%). Nevertheless, nutritional problems were still found, including wasting (9%), overweight or obesity (9%), and severely wasting (2%). Based on the Spearman correlation test, a p-value of 0.001 (p < 0.05) was obtained, indicating a statistically significant positive relationship between maternal knowledge of nutritional intake and the nutritional status of toddlers at Puskesmas Tamansari Bandung. Therefore, maternal nutritional literacy is an essential foundation for optimizing toddler growth and development and preventing nutritional problems in the future. . Abstrak. Permasalahan gizi pada balita masih menjadi tantangan kesehatan yang signifikan, di mana pengetahuan ibu mengenai asupan gizi berperan sebagai faktor tidak langsung yang krusial karena ibu merupakan pengambil keputusan utama dalam pemenuhan nutrisi anak pada masa kritis pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang asupan gizi dengan status gizi pada balita di Puskesmas Tamansari Bandung. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif observasional analitik dengan desain cross-sectional terhadap 100 responden ibu yang memiliki balita, yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data tingkat pengetahuan dikumpulkan sebagai data primer melalui kuesioner, sedangkan data status gizi balita berdasarkan indikator BB/TB diperoleh dari data sekunder rekam medis yang dianalisis menggunakan Z-score WHO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas ibu memiliki tingkat pengetahuan kategori baik (80%) dan sebagian besar balita memiliki status gizi normal (80%). Meskipun demikian, masih ditemukan adanya masalah gizi berupa wasting (9%), overweight atau obesitas (9%), serta severely wasting (2%). Berdasarkan uji korelasi Spearman, diperoleh nilai signifikansi p-value sebesar 0,001 (p < 0,05) yang menunjukkan adanya hubungan positif yang secara statistik antara tingkat pengetahuan ibu mengenai asupan gizi dengan status gizi balita di Puskesmas Tamansari Bandung. Dengan demikian, literasi gizi ibu menjadi fondasi penting dalam upaya optimalisasi tumbuh kembang balita dan pencegahan masalah gizi di masa depan.
Copyrights © 0000