Arief Budi Yulianti
Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Kebugaran dengan Body Age pada Mahasiswa Tahap Pertama FK UNISBA Fazriel Nugraha Hidayat; Arief Budi Yulianti; Rizki Perdana
Bandung Conference Series: Medical Science 831-838
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v6i1.22399

Abstract

Abstract. Body age is an essential indicator that reflects an individual's physiological aging process. This study aims to describe body age and analyze its relationship with physical fitness among first-year medical students at the Faculty of Medicine, Universitas Islam Bandung. A cross-sectional design was applied with a total of 72 male participants selected through random sampling. Physical fitness was assessed using the Harvard Step Test, while body age was measured using Bioelectrical Impedance Analysis (BIA). The results showed that most participants had a body age equal to or younger than their chronological age. Spearman correlation analysis revealed a significant negative relationship between physical fitness and body age (ρ = –0.550; p = 0.000), indicating that higher fitness levels are associated with a lower biological age. These findings highlight the importance of maintaining physical fitness as a key factor in supporting healthy biological aging. Abstrak. Body age atau usia biologis merupakan indikator penting untuk menggambarkankondisi penuaan fisiologis seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaranbody age serta menganalisis hubungannya dengan tingkat kebugaran jasmani pada mahasiswatahap pertama Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung. Penelitian menggunakandesain cross-sectional dengan total 72 responden laki-laki yang dipilih melalui random sampling. Penilaian kebugaran dilakukan menggunakan Harvard Step Test, sedangkan body age diukur menggunakan Bioelectrical Impedance Analysis (BIA). Hasil penelitianmenunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki body age yang sama atau lebihrendah dibandingkan usia kronologisnya. Analisis korelasi Spearman menunjukkan adanyahubungan negatif yang signifikan antara kebugaran jasmani dan body age (ρ = –0,550; p = 0,000), yang mengindikasikan bahwa semakin baik tingkat kebugaran seseorang, semakinrendah usia biologisnya. Temuan ini menegaskan bahwa kebugaran jasmani berperan pentingdalam menjaga proses penuaan biologis agar tetap optimal.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Asupan Gizi Dengan Status Gizi Pada Balita Di Puskesmas Tamansari Bandung Tahun 2025 Nisrina Shafa Salsabila; Arief Budi Yulianti; R. Kince Sakinah
Bandung Conference Series: Medical Science 1125-1132
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v6i1.22503

Abstract

Abstract. Nutritional problems in toddlers remain a significant health challenge, where maternal knowledge regarding nutritional intake acts as a crucial indirect factor since mothers are the primary decision-makers in fulfilling a child's nutrition during their critical growth period. This study aims to analyze the relationship between the level of maternal knowledge about nutritional intake and the nutritional status of toddlers at Tamansari Community Health Center (Puskesmas), Bandung. The research design used is quantitative observational analytic with a cross-sectional approach involving 100 maternal respondents who have toddlers, selected using accidental sampling. Data on knowledge levels were collected as primary data through questionnaires, while toddler nutritional status data based on weight-for-height indicators were obtained from secondary medical record data analyzed using WHO Z-scores. The results showed that the majority of mothers had a good level of knowledge (80%) and most toddlers had a normal nutritional status (80%). Nevertheless, nutritional problems were still found, including wasting (9%), overweight or obesity (9%), and severely wasting (2%). Based on the Spearman correlation test, a p-value of 0.001 (p < 0.05) was obtained, indicating a statistically significant positive relationship between maternal knowledge of nutritional intake and the nutritional status of toddlers at Puskesmas Tamansari Bandung. Therefore, maternal nutritional literacy is an essential foundation for optimizing toddler growth and development and preventing nutritional problems in the future. . Abstrak. Permasalahan gizi pada balita masih menjadi tantangan kesehatan yang signifikan, di mana pengetahuan ibu mengenai asupan gizi berperan sebagai faktor tidak langsung yang krusial karena ibu merupakan pengambil keputusan utama dalam pemenuhan nutrisi anak pada masa kritis pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang asupan gizi dengan status gizi pada balita di Puskesmas Tamansari Bandung. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif observasional analitik dengan desain cross-sectional terhadap 100 responden ibu yang memiliki balita, yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data tingkat pengetahuan dikumpulkan sebagai data primer melalui kuesioner, sedangkan data status gizi balita berdasarkan indikator BB/TB diperoleh dari data sekunder rekam medis yang dianalisis menggunakan Z-score WHO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas ibu memiliki tingkat pengetahuan kategori baik (80%) dan sebagian besar balita memiliki status gizi normal (80%). Meskipun demikian, masih ditemukan adanya masalah gizi berupa wasting (9%), overweight atau obesitas (9%), serta severely wasting (2%). Berdasarkan uji korelasi Spearman, diperoleh nilai signifikansi p-value sebesar 0,001 (p < 0,05) yang menunjukkan adanya hubungan positif yang secara statistik antara tingkat pengetahuan ibu mengenai asupan gizi dengan status gizi balita di Puskesmas Tamansari Bandung. Dengan demikian, literasi gizi ibu menjadi fondasi penting dalam upaya optimalisasi tumbuh kembang balita dan pencegahan masalah gizi di masa depan.