R. Kince Sakinah
Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Pola Hidup Sehat dengan Dispepsia pada Mahasiswa Tingkat Akhir UNISBA Bilqis Annisa Ruhma; Titik Respati; R. Kince Sakinah
Bandung Conference Series: Medical Science 789-796
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v6i1.22391

Abstract

Abstract Dyspepsia is a common health problem in the productive age group, including university students. Final-year students are at high risk of developing dyspepsia due to irregular lifestyles and academic pressure that triggers stress. This study aims to analyse the relationship between a healthy lifestyle (dietary habits and stress management) and the incidence of dyspepsia in final-year students of Bandung Islamic University. This study employed an observational analytic design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 100 respondents selected using a purposive sampling technique. Data were collected using the Riskesdas questionnaire to assess healthy lifestyle habits and the Porto Alegre Dyspeptic Symptoms Questionnaire (PADY) to measure the severity of dyspepsia. Data analysis included univariate and bivariate analyses performed using the Chi-Square test and Spearman’s rho correlation test. The results showed that most respondents experienced moderate dyspepsia (40%) and had poor dietary habits. Statistical analysis showed no significant relationship between nutritional variables (main meal, meal intervals, breakfast frequency, and weight loss attempts) and the incidence of dyspepsia (p > 0.05). Conversely, there was a significant relationship between stress levels and the incidence of dyspepsia (p < 0.05). Stress level is the most dominant factor associated with the incidence of dyspepsia in final-year students of Bandung Islamic University, while dietary patterns showed no significant relationship. It is recommended that students focus more on stress management to reduce the severity of dyspepsia. Abstrak. Dispepsia merupakan masalah kesehatan yang umum terjadi pada kelompok usia produktif, termasuk mahasiswa. Mahasiswa tingkat akhir memiliki risiko tinggi mengalami dispepsia akibat pola hidup yang tidak teratur dan tekanan akademik yang memicu stres. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola hidup sehat (pola makan dan manajemen stres) dengan kejadian dispepsia pada mahasiswa tingkat akhir Universitas Islam Bandung Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner Riskesdas untuk menilai pola hidup sehat dan kuesioner Porto Alegre Dyspeptic Symptoms Questionnaire (PADY) untuk mengukur tingkat dispepsia. Analisis data mencakup analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dan uji korelasi Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami dispepsia kategori sedang (40%) dan memiliki pola makan yang kurang baik. Hasil analisis statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara variabel pola makan (makanan utama, jeda makan, frekuensi sarapan, dan penurunan berat badan) dengan kejadian dispepsia (p > 0,05). Sebaliknya, terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kejadian dispepsia (p < 0,05). Tingkat stres merupakan faktor yang paling dominan berhubungan dengan kejadian dispepsia pada mahasiswa tingkat akhir Universitas Islam Bandung, sedangkan pola makan tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Disarankan bagi mahasiswa untuk lebih fokus pada manajemen stres guna mencegah keparahan dispepsia.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Tentang Asupan Gizi Dengan Status Gizi Pada Balita Di Puskesmas Tamansari Bandung Tahun 2025 Nisrina Shafa Salsabila; Arief Budi Yulianti; R. Kince Sakinah
Bandung Conference Series: Medical Science 1125-1132
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v6i1.22503

Abstract

Abstract. Nutritional problems in toddlers remain a significant health challenge, where maternal knowledge regarding nutritional intake acts as a crucial indirect factor since mothers are the primary decision-makers in fulfilling a child's nutrition during their critical growth period. This study aims to analyze the relationship between the level of maternal knowledge about nutritional intake and the nutritional status of toddlers at Tamansari Community Health Center (Puskesmas), Bandung. The research design used is quantitative observational analytic with a cross-sectional approach involving 100 maternal respondents who have toddlers, selected using accidental sampling. Data on knowledge levels were collected as primary data through questionnaires, while toddler nutritional status data based on weight-for-height indicators were obtained from secondary medical record data analyzed using WHO Z-scores. The results showed that the majority of mothers had a good level of knowledge (80%) and most toddlers had a normal nutritional status (80%). Nevertheless, nutritional problems were still found, including wasting (9%), overweight or obesity (9%), and severely wasting (2%). Based on the Spearman correlation test, a p-value of 0.001 (p < 0.05) was obtained, indicating a statistically significant positive relationship between maternal knowledge of nutritional intake and the nutritional status of toddlers at Puskesmas Tamansari Bandung. Therefore, maternal nutritional literacy is an essential foundation for optimizing toddler growth and development and preventing nutritional problems in the future. . Abstrak. Permasalahan gizi pada balita masih menjadi tantangan kesehatan yang signifikan, di mana pengetahuan ibu mengenai asupan gizi berperan sebagai faktor tidak langsung yang krusial karena ibu merupakan pengambil keputusan utama dalam pemenuhan nutrisi anak pada masa kritis pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan ibu tentang asupan gizi dengan status gizi pada balita di Puskesmas Tamansari Bandung. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif observasional analitik dengan desain cross-sectional terhadap 100 responden ibu yang memiliki balita, yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data tingkat pengetahuan dikumpulkan sebagai data primer melalui kuesioner, sedangkan data status gizi balita berdasarkan indikator BB/TB diperoleh dari data sekunder rekam medis yang dianalisis menggunakan Z-score WHO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas ibu memiliki tingkat pengetahuan kategori baik (80%) dan sebagian besar balita memiliki status gizi normal (80%). Meskipun demikian, masih ditemukan adanya masalah gizi berupa wasting (9%), overweight atau obesitas (9%), serta severely wasting (2%). Berdasarkan uji korelasi Spearman, diperoleh nilai signifikansi p-value sebesar 0,001 (p < 0,05) yang menunjukkan adanya hubungan positif yang secara statistik antara tingkat pengetahuan ibu mengenai asupan gizi dengan status gizi balita di Puskesmas Tamansari Bandung. Dengan demikian, literasi gizi ibu menjadi fondasi penting dalam upaya optimalisasi tumbuh kembang balita dan pencegahan masalah gizi di masa depan.
Pengaruh Stres Akademik Terhadap Kualitas Tidur Mahasiswa Fakultas Kedokteran UNISBA yang Sedang Mengerjakan Skripsi Tahun Akademik 2024/2025 Yohana Aminah Aisyah Tagor; Caecielia Makaginsar; R. Kince Sakinah
Bandung Conference Series: Medical Science 1207-1216
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v6i1.22531

Abstract

Abstract. Academic stress is a psychological condition commonly experienced by students, particularly final-year students who are completing their undergraduate thesis, and it may affect physiological regulation, including sleep patterns, thereby reducing sleep quality. Poor sleep quality has negative effects on cognitive function, mental health, and academic performance. This study aimed to describe academic stress and sleep quality and to analyze the effect of academic stress on sleep quality among students of the Faculty of Medicine, Universitas Islam Bandung (UNISBA), who were working on their thesis during the 2024/2025 academic year. This study employed an analytic observational design with a cross-sectional approach. A total of 133 students were selected using purposive sampling based on inclusion and exclusion criteria. Academic stress was measured using the Perception of Academic Stress (PAS) questionnaire, while sleep quality was assessed using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Data were analyzed using the Chi-square test and simple linear regression. The results showed that 64% of respondents had poor sleep quality and 74% had low levels of academic stress. There was a significant association between academic stress and sleep quality (p < 0.001). Regression analysis demonstrated that academic stress had a negative effect on sleep quality, indicating that higher levels of academic stress were associated with poorer sleep quality. These findings indicate that academic stress is an important factor influencing sleep quality among students who are completing their thesis; therefore, academic support and stress management interventions are needed to improve student well-being. Abstrak. Stres akademik merupakan kondisi psikologis yang umum dialami mahasiswa, terutama mahasiswa tingkat akhir yang sedang menyusun skripsi, dan dapat memengaruhi regulasi fisiologis tubuh termasuk pola tidur sehingga menurunkan kualitas tidur. Kualitas tidur yang buruk berdampak pada fungsi kognitif, kesehatan mental, dan performa akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran stres akademik dan kualitas tidur serta menganalisis pengaruh stres akademik terhadap kualitas tidur pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung (UNISBA) yang sedang mengerjakan skripsi tahun akademik 2024/2025. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan potong lintang. Subjek penelitian berjumlah 133 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Stres akademik diukur menggunakan kuesioner Perception of Academic Stress (PAS) dan kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 64% responden memiliki kualitas tidur buruk dan 74% memiliki tingkat stres akademik rendah. Terdapat hubungan yang bermakna antara stres akademik dan kualitas tidur (p < 0,001). Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa stres akademik berpengaruh terhadap kualitas tidur dengan arah hubungan negatif. Disimpulkan bahwa stres akademik merupakan faktor penting yang memengaruhi kualitas tidur mahasiswa yang sedang menyusun skripsi, sehingga diperlukan dukungan akademik dan intervensi manajemen stres untuk meningkatkan kesejahteraan mahasiswa.