Publish Date
30 Nov -0001
Abstract. Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) is a common gastrointestinal disorder among young adults, including university students. Although psychological factors such as anxiety are believed to contribute to the onset and exacerbation of GERD symptoms,evidence regarding the association between anxiety levels and GERD symptoms among medical students in Indonesia, particularly at the Faculty of Medicine, Universitas Islam Bandung, remains limited. This study aimed to analyze the relationship between anxiety levels and GERD symptoms among medical students at Universitas Islam Bandung. This study employed an observational analytic design with a cross-sectional approach. The sampling technique used was non-probability sampling with a convenience sampling method. Anxiety levels were assessed using the Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7) questionnaire, while GERD symptoms were measured using the GERD Questionnaire (GERD-Q). Data were analyzed using thefisher exacttest with a significance level of p < 0.05. The results demonstrated a significant association between anxiety levels and GERD symptoms (p < 0.001).Higher levels of anxiety were associated with an increased risk of GERD symptoms. Abstrak.Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan gangguan saluran cerna yang sering ditemukan pada populasi dewasa muda, termasuk mahasiswa. Meskipun faktor psikologis seperti kecemasan diduga berperan dalam muncul dan memperberat gejala GERD,data mengenai hubungan tingkat kecemasan dengan gejala GERD pada mahasiswa kedokteran di Indonesia, khususnya di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat kecemasan dengan gejala GERD pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan metode cross-sectional. Teknik pemilihan sampel menggunakan non-probability sampling dengan metode convenience sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7), sedangkan gejala GERD diukur menggunakan GERD Questionnaire (GERD-Q). Analisis data dilakukan menggunakan uji fisher exact dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dan gejala GERD (p < 0,001). Semakin tinggi tingkat kecemasan, semakin besar risiko munculnya gejala GERD.
Copyrights © 0000