R. Anita indriyanti
Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Antara Tingkat Kecemasan dengan Gejala GERD pada Mahasiswa FK Unisba Tsania Zahra Sal-Salbila; R. Anita indriyanti; Ayu Prasetia
Bandung Conference Series: Medical Science 1251-1258
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v6i1.22539

Abstract

Abstract. Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) is a common gastrointestinal disorder among young adults, including university students. Although psychological factors such as anxiety are believed to contribute to the onset and exacerbation of GERD symptoms,evidence regarding the association between anxiety levels and GERD symptoms among medical students in Indonesia, particularly at the Faculty of Medicine, Universitas Islam Bandung, remains limited. This study aimed to analyze the relationship between anxiety levels and GERD symptoms among medical students at Universitas Islam Bandung. This study employed an observational analytic design with a cross-sectional approach. The sampling technique used was non-probability sampling with a convenience sampling method. Anxiety levels were assessed using the Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7) questionnaire, while GERD symptoms were measured using the GERD Questionnaire (GERD-Q). Data were analyzed using thefisher exacttest with a significance level of p < 0.05. The results demonstrated a significant association between anxiety levels and GERD symptoms (p < 0.001).Higher levels of anxiety were associated with an increased risk of GERD symptoms. Abstrak.Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) merupakan gangguan saluran cerna yang sering ditemukan pada populasi dewasa muda, termasuk mahasiswa. Meskipun faktor psikologis seperti kecemasan diduga berperan dalam muncul dan memperberat gejala GERD,data mengenai hubungan tingkat kecemasan dengan gejala GERD pada mahasiswa kedokteran di Indonesia, khususnya di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat kecemasan dengan gejala GERD pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Islam Bandung. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan metode cross-sectional. Teknik pemilihan sampel menggunakan non-probability sampling dengan metode convenience sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7), sedangkan gejala GERD diukur menggunakan GERD Questionnaire (GERD-Q). Analisis data dilakukan menggunakan uji fisher exact dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dan gejala GERD (p < 0,001). Semakin tinggi tingkat kecemasan, semakin besar risiko munculnya gejala GERD.
Gambaran Keterlambatan Motorik Kasar pada Balita Prematur di RS Al-Islam Bandung Ajeng Kharisma Basuki; Cice Tresnasari; R. Anita Indriyanti
Bandung Conference Series: Medical Science 1327-1334
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v6i1.22609

Abstract

Abstract. Gross motor delay is one of the most common developmental problems in children under five years of age and may affect overall child development. Children with a history of preterm birth are known to have a higher risk of developmental disorders due to immaturity of the central nervous system. This study aimed to describe the prevalence of gross motor delay among children under five years of age at Al-Islam Hospital Bandung. This study was a descriptive observational study with a cross-sectional design using secondary data obtained from medical records of children under five years of age who underwent growth and developmental screening at Al-Islam Hospital Bandung during 2024. Data were analyzed descriptively and presented as frequency distributions and percentages. The results showed that out of 58 children under five years of age, 21 children experienced gross motor delay, while 37 children had age-appropriate gross motor development. Most children with gross motor delay had a history of preterm birth. In conclusion, gross motor delay among children under five years of age at Al-Islam Hospital Bandung remains relatively high, indicating the importance of routine developmental monitoring and early screening, especially for children at risk. Abstrak. Keterlambatan motorik kasar merupakan salah satu masalah perkembangan yang sering ditemukan pada anak usia kurang dari lima tahun dan dapat berdampak terhadap perkembangan anak secara menyeluruh. Anak dengan riwayat kelahiran prematur diketahui memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami gangguan perkembangan akibat ketidakmatangan sistem saraf pusat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keterlambatan motorik kasar pada anak usia kurang dari lima tahun di Rumah Sakit Al-Islam Bandung.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional dengan desain potong lintang (cross-sectional) yang menggunakan data sekunder yang diperoleh dari rekam medis anak usia kurang dari lima tahun yang menjalani pemeriksaan tumbuh kembang di Rumah Sakit Al-Islam Bandung pada periode 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 58 anak usia kurang dari lima tahun, sebanyak 21 anak mengalami keterlambatan motorik kasar, sedangkan 37 anak memiliki perkembangan motorik kasar yang sesuai dengan usia. Sebagian besar anak yang mengalami keterlambatan motorik kasar memiliki riwayat kelahiran prematur. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa keterlambatan motorik kasar pada anak usia kurang dari lima tahun di Rumah Sakit Al-Islam Bandung masih ditemukan dengan proporsi yang cukup tinggi. Oleh karena itu, diperlukan pemantauan dan skrining perkembangan motorik secara rutin pada anak usia dini, khususnya pada kelompok anak yang berisiko.