Publish Date
30 Nov -0001
Abstract. The safety of public transport drivers is an important issue in occupational health and transportation, especially in relation to drivers' workload and physiological conditions. This study aims to analyze the effect of working hours on driving behavior with sleep quality as a mediating variable among public transport drivers in Cisarua District, West Bandung Regency. This study uses an analytical observational design with a cross-sectional approach. The study subjects consisted of 70 public transport drivers who met the inclusion criteria. Data were collected through questionnaires on working hours, the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) to assess sleep quality, and the Driver Behavior Questionnaire (DBQ) to assess driving behavior. Data analysis was performed using Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS software. The results of the analysis showed that working hours affected sleep quality, and sleep quality affected driving behavior. Working hours did not show a direct effect on driving behavior. The mediation test showed that sleep quality acted as a full mediator in the relationship between working hours and driving behavior. The conclusion of this study shows that the effect of working hours on driving behavior occurs indirectly through sleep quality. Managing working hours and improving sleep quality are important factors in efforts to improve the driving safety of public transport drivers. ABSTRAK. Keselamatan berkendara pengemudi angkutan umum merupakan isu penting dalam kesehatan kerja dan transportasi, terutama terkait beban kerja dan kondisi fisiologis pengemudi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh durasi jam kerja terhadap perilaku berkendara dengan kualitas tidur sebagai variabel mediasi pada sopir angkutan umum di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian berjumlah 70 sopir angkutan umum yang memenuhi kriteria inklusi. Data dikumpulkan melalui kuesioner durasi jam kerja, Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk menilai kualitas tidur, dan Driver Behaviour Questionnaire (DBQ) untuk menilai perilaku berkendara. Analisis data dilakukan menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan perangkat lunak SmartPLS.Hasil analisis menunjukkan bahwa durasi jam kerja berpengaruh terhadap kualitas tidur, dan kualitas tidur berpengaruh terhadap perilaku berkendara. Durasi jam kerja tidak menunjukkan pengaruh langsung terhadap perilaku berkendara. Uji mediasi menunjukkan bahwa kualitas tidur berperan sebagai mediator penuh dalam hubungan antara durasi jam kerja dan perilaku berkendara.Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh jam kerja terhadap perilaku berkendara terjadi secara tidak langsung melalui kualitas tidur. Pengelolaan jam kerja dan peningkatan kualitas tidur menjadi faktor penting dalam upaya meningkatkan keselamatan berkendara pengemudi angkutan umum.
Copyrights © 0000