Abstract. Cervical cancer remains a significant public health problem in developing countries due to limited access to effective and affordable screening programs. This study aimed to evaluate the diagnostic concordance and performance of VIA compared with Pap smear in detecting cancerous lesions. A cross-sectional study was conducted using secondary data from medical records of women who underwent both VIA and Pap smear screening at RSU Tangerang in 2025. A total of 311 subjects met the inclusion criteria. Pap smear results were classified using the Bethesda system and recategorized into negative (NIML) and positive (ASC-US, ASC-H, HSIL) to allow direct comparison with VIA results. Data were analyzed using Fisher’s Exact Test, odds ratio estimation, and diagnostic performance measures, including sensitivity, specificity, positive predictive value, negative predictive value, and accuracy. The results demonstrated perfect concordance between VIA and Pap smear, with no discordant cases. VIA showed sensitivity, specificity, positive predictive value, negative predictive value, and overall accuracy of 100%, with a statistically significant association (p < 0.001). All findings were confirmed by histopathological examination. In conclusion, under standardized conditions with trained examiners, VIA demonstrated diagnostic performance equivalent to Pap smear, supporting its use as a reliable and cost-effective pre-screening method in resource-limited settings. Abstrak. Kanker serviks masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di negara berkembang akibat keterbatasan akses terhadap program skrining yang efektif dan terjangkau. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian diagnostik IVA dibandingkan dengan Pap smear dalam mendeteksi lesi kanker. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan data sekunder dari rekam medis wanita yang menjalani pemeriksaan IVA dan Pap smear di RSU Tangerang pada tahun 2025. Sebanyak 311 rekam medis memenuhi kriteria inklusi. Hasil Pap smear diklasifikasikan berdasarkan sistem Bethesda dan dikategorikan menjadi negatif (NILM) dan positif (ASC-US, ASC-H, HSIL) untuk memungkinkan perbandingan langsung dengan hasil IVA. Analisis data menggunakan Fisher’s Exact Test, estimasi odds ratio, serta pengukuran kinerja diagnostik meliputi sensitivitas, spesifisitas, nilai prediktif positif, nilai prediktif negatif, dan akurasi. Hasil penelitian menunjukkan kesesuaian sempurna antara IVA dan Pap smear tanpa pasangan data yang tidak sesuai. Tes IVA menunjukkan sensitivitas, spesifisitas, nilai prediktif positif, nilai prediktif negatif, dan akurasi 100%, dengan hubungan yang bermakna secara statistik (p < 0,001). Temuan dikonfirmasi melalui pemeriksaan histopatologi. Kesimpulannya, dalam kondisi klinis yang terstandarisasi dan dengan pemeriksa yang terlatih, IVA memiliki kinerja diagnostik yang setara dengan Pap smear, sehingga mendukung penggunaannya sebagai metode pra-skrining kanker serviks yang andal dan hemat biaya di lingkungan dengan keterbatasan sumber daya.