Publish Date
30 Nov -0001
Abstract. Chronic Energy Deficiency (CED) and anemia are two common nutritional problems among pregnant women and have significant impacts on maternal health and fetal development. The increased metabolic and nutritional demands during pregnancy make mothers with poor nutritional status more susceptible to impaired hematopoiesis, ultimately reducing hemoglobin levels. This study aimed to describe the prevalence of CED, the prevalence of anemia, and the association between these conditions among pregnant women in the working area of Malangbong Primary Health Center, Garut Regency, in 2024. This observational research employed a cross-sectional approach, using total sampling of 185 pregnant women whose data were obtained from medical records, including Mid-Upper Arm Circumference (MUAC) and hemoglobin levels. The study was conducted in 2025. Data were analyzed using Fisher’s Exact Test. The results showed that 57.3% of respondents experienced CED and 82.2% were anemic. Statistical analysis demonstrated a significant association between CED and anemia (p = 0.000), indicating that pregnant women with CED were more likely to develop anemia than those without CED. This study concludes that CED plays a significant role in increasing the incidence of anemia among pregnant women, highlighting the need for routine nutritional screening, nutrition education, and early interventions to prevent maternal and neonatal complications. Abstrak. Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan anemia merupakan dua masalah gizi yang sering dialami ibu hamil dan berdampak terhadap kesehatan ibu serta perkembangan janin. Peningkatan kebutuhan energi dan nutrisi selama kehamilan membuat ibu dengan status gizi kurang lebih rentan mengalami gangguan hematopoiesis, yang pada akhirnya dapat menurunkan kadar hemoglobin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran KEK, gambaran anemia, serta hubungan antara keduanya pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Malangbong Kabupaten Garut tahun 2024. Penelitian menggunakan rancangan observasional dengan pendekatan cross-sectional, pengambilan data menggunakan total sampling terhadap 185 ibu hamil yang datanya diambil dari rekam medis, meliputi ukuran LiLA dan kadar Hb. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2025. Analisis dilakukan menggunakan uji Fisher’s Exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 57,3% responden mengalami KEK, dan 82,2% mengalami anemia. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan bermakna antara KEK dan anemia (p = 0,000), di mana ibu hamil dengan KEK memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk mengalami anemia dibandingkan ibu yang tidak KEK. Penelitian ini menyimpulkan bahwa KEK berperan signifikan dalam peningkatan kejadian anemia pada ibu hamil, sehingga diperlukan skrining gizi rutin, edukasi nutrisi, dan intervensi dini guna mencegah komplikasi maternal dan neonatal.
Copyrights © 0000