Raden Ganang Ibnusantosa
Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan antara Usia, Paritas Ibu Hamil, dan Kejadian Perdarahan Pascasalin di Puskesmas Klapanunggal Kab. Bogor pada Tahun 2023–2024 Muhamad Dwiki Firmansyah; Hidajat Widjajanegara; Raden Ganang Ibnusantosa
Bandung Conference Series: Medical Science 1453-1460
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v6i1.23106

Abstract

Abstract. Postpartum hemorrhage (PPH) is defined as blood loss of at least 500 ml after delivery, accounting for 27% of maternal deaths worldwide. This study aims to analyze the relationship between the age and parity of pregnant women and the incidence of postpartum hemorrhage at the Klapanunggal Community Health Center, Bogor Regency, during the period 2023-2024. The type of study applied is an observational case-control study with a quantitative approach to analyze the relationship between variables through medical record observation. The sampling technique was stratified random sampling using the proportional allocation method for the population that met the inclusion and exclusion criteria. The collected data were then processed using univariate and bivariate analysis with the Chi-square test, as well as multivariate analysis using the logistic regression method. The results showed that the incidence of postpartum hemorrhage was quite high at 35.0%. Statistical tests proved that there was no significant relationship between maternal age (p=0.284) or parity (p=0.755) and the incidence of postpartum hemorrhage, so it can be concluded that these demographic factors alone are not the main predictors at the study site. These findings indicate the need for greater attention to other clinical risk factors such as anemia and optimization of active management of the third stage of labor to reduce the rate of obstetric complications at the Klapanunggal Community Health Center. Abstrak. Perdarahan pascasalin (PP) merupakan kehilangan darah minimal 500 ml setelah persalinan yang menyumbang 27% angka kematian ibu di seluruh dunia, sehingga penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara usia dan paritas ibu hamil dengan kejadian perdarahan pascasalin di Puskesmas Klapanunggal, Kabupaten Bogor, pada periode 2023-2024. Jenis penelitian yang diterapkan adalah case control observasional dengan pendekatan kuantitatif untuk menganalisis hubungan antar variabel melalui pengamatan rekam medis. Teknik pengambilan sampel dilakukan menggunakan stratified random sampling melalui metode proportional allocation terhadap populasi yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, di mana data yang terkumpul kemudian diolah menggunakan analisis univariat, bivariat dengan uji Chi Square, serta analisis multivariat dengan metode regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka kejadian perdarahan pascasalin tercatat cukup tinggi sebesar 35,0%. Hasil uji statistik membuktikan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia ibu (p=0,284) maupun paritas (p=0,755) dengan kejadian perdarahan pascasalin, sehingga dapat disimpulkan bahwa faktor demografi tersebut secara tunggal bukan merupakan prediktor utama di lokasi penelitian. Temuan ini mengindikasikan perlunya perhatian lebih pada faktor risiko klinis lain seperti anemia dan optimalisasi manajemen aktif kala III untuk menurunkan angka komplikasi obstetrik di Puskesmas Klapanunggal.
Hubungan KEK dengan Anemia pada Ibu Hamil di Puskesmas Malangbong Tahun 2024 Nabila Zulfa Nuraulia; Yuli Susanti; Raden Ganang Ibnusantosa
Bandung Conference Series: Medical Science 1461-1468
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsms.v6i1.23117

Abstract

Abstract. Chronic Energy Deficiency (CED) and anemia are two common nutritional problems among pregnant women and have significant impacts on maternal health and fetal development. The increased metabolic and nutritional demands during pregnancy make mothers with poor nutritional status more susceptible to impaired hematopoiesis, ultimately reducing hemoglobin levels. This study aimed to describe the prevalence of CED, the prevalence of anemia, and the association between these conditions among pregnant women in the working area of Malangbong Primary Health Center, Garut Regency, in 2024. This observational research employed a cross-sectional approach, using total sampling of 185 pregnant women whose data were obtained from medical records, including Mid-Upper Arm Circumference (MUAC) and hemoglobin levels. The study was conducted in 2025. Data were analyzed using Fisher’s Exact Test. The results showed that 57.3% of respondents experienced CED and 82.2% were anemic. Statistical analysis demonstrated a significant association between CED and anemia (p = 0.000), indicating that pregnant women with CED were more likely to develop anemia than those without CED. This study concludes that CED plays a significant role in increasing the incidence of anemia among pregnant women, highlighting the need for routine nutritional screening, nutrition education, and early interventions to prevent maternal and neonatal complications. Abstrak. Kekurangan Energi Kronis (KEK) dan anemia merupakan dua masalah gizi yang sering dialami ibu hamil dan berdampak terhadap kesehatan ibu serta perkembangan janin. Peningkatan kebutuhan energi dan nutrisi selama kehamilan membuat ibu dengan status gizi kurang lebih rentan mengalami gangguan hematopoiesis, yang pada akhirnya dapat menurunkan kadar hemoglobin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran KEK, gambaran anemia, serta hubungan antara keduanya pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Malangbong Kabupaten Garut tahun 2024. Penelitian menggunakan rancangan observasional dengan pendekatan cross-sectional, pengambilan data menggunakan total sampling terhadap 185 ibu hamil yang datanya diambil dari rekam medis, meliputi ukuran LiLA dan kadar Hb. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2025. Analisis dilakukan menggunakan uji Fisher’s Exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 57,3% responden mengalami KEK, dan 82,2% mengalami anemia. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan bermakna antara KEK dan anemia (p = 0,000), di mana ibu hamil dengan KEK memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk mengalami anemia dibandingkan ibu yang tidak KEK. Penelitian ini menyimpulkan bahwa KEK berperan signifikan dalam peningkatan kejadian anemia pada ibu hamil, sehingga diperlukan skrining gizi rutin, edukasi nutrisi, dan intervensi dini guna mencegah komplikasi maternal dan neonatal.