Peningkatan pesat industri seni pertunjukan musik di Surakarta pasca-pandemi belum diimbangi dengan ketersediaan infrastruktur gedung yang representatif dan berstandar akustik. Kondisi ini memicu berbagai persoalan urban, seperti polusi suara yang mengganggu aktivitas publik, alih fungsi bangunan non-kesenian untuk konser berskala besar, serta minimnya ruang berekspresi bagi musisi lokal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konsep perencanaan dan perancangan Gedung Pertunjukan Musik yang Adaptif dengan Pendekatan Arsitektur Kontemporer di Surakarta. Menggunakan metode kualitatif deskriptif (melalui observasi tapak, wawancara, dan studi preseden), perancangan ini berfokus pada fleksibilitas ruang dan insulasi suara. Konsep adaptif diterapkan agar ruang interior bisa menyesuaikan berbagai kebutuhan acara dan fasad bangunan mampu meredam kebocoran suara. Sementara itu, gaya kontemporer ditonjolkan lewat gubahan massa yang dinamis, ekspos material, serta desain fasad yang juga berfungsi sebagai elemen akustik. Hasil perancangan ini diharapkan bisa mewadahi ekosistem kreatif musik secara terintegrasi sekaligus mengatasi konflik kebisingan di area perkotaan
Copyrights © 2026