Abstrak: Penguasaan konten matematika dasar oleh guru menentukan mutu pembelajaran numerasi, tetapi guru di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) sering kekurangan akses terhadap pelatihan yang bermutu. Penelitian ini bertujuan menguji efektivitas pelatihan Metode GASING (Gampang, Asyik, Menyenangkan) terhadap peningkatan penguasaan operasi hitung dasar (content knowledge) guru. Desain yang digunakan adalah pra-eksperimen one-group pretest–posttest pada 46 guru di Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, yang mengikuti pelatihan selama 17 hari pada tahun 2025. Data berupa skor sekunder pre-test dan post-test dari tes yang validitas dan reliabilitasnya belum diketahui. Content knowledge diukur pada lima komponen (Bakal Kubagi, penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian) dengan skala 0–100, lalu dianalisis menggunakan uji-t sampel berpasangan, uji peringkat bertanda Wilcoxon, ukuran efek, dan N-gain. Rerata skor meningkat dari 32,33 menjadi 79,83 (selisih 47,50 poin; t(45) = 30,09; p < 0,001; dz = 4,44) dengan N-gain 0,70 (kategori tinggi). Seluruh guru mengalami peningkatan (24–76 poin). Peningkatan terbesar terjadi pada pembagian (+55,22) dan terkecil pada penjumlahan (+35,87), dan guru dengan skor awal lebih rendah memperoleh peningkatan lebih besar. Pelatihan GASING diikuti oleh peningkatan skor yang besar dan konsisten dalam jangka pendek. Karena tidak ada kelompok kontrol dan tes retensi, efek kausal dan keberlanjutan peningkatan belum dapat disimpulkan sehingga temuan perlu dikonfirmasi melalui desain kuasi-eksperimen dan pengukuran lanjutan. Abstract: Teachers’ mastery of basic mathematics content underpins the quality of numeracy instruction, yet teachers in disadvantaged, frontier, and outermost (3T) regions often have limited access to quality professional development. This study examined the effectiveness of training in the GASING method (Gampang, Asyik, Menyenangkan; “easy, fun, and enjoyable”) on teachers’ mastery of basic arithmetic operations (content knowledge). A pre-experimental one-group pretest–posttest design was applied to 46 teachers in Teluk Wondama Regency, West Papua, who attended a 17-day training in 2025. The data were secondary pretest and posttest scores from a test without validity or reliability evidence. Content knowledge was measured on five components (Bakal Kubagi, addition, subtraction, multiplication, and division) on a 0–100 scale and analyzed using paired-samples t-tests, Wilcoxon signed-rank tests, effect sizes, and normalized gain. The mean score rose from 32.33 to 79.83 (a gain of 47.50 points; t(45) = 30.09; p < 0.001; dz = 4.44) with a normalized gain of 0.70 (high category). All 46 teachers improved (24–76 points). The largest gain occurred in division (+55.22) and the smallest in addition (+35.87), and teachers with lower initial scores gained more. GASING training was followed by a large, consistent short-term score increase. Because the design lacks a control group and a retention test, causal effects and the persistence of gains cannot be concluded, so the findings should be confirmed with quasi-experimental designs and follow-up measurement.
Copyrights © 2026